Kasus COVID-19 Meroket, Ahli Analisa 5 Penyebabnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus virus corona atau COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Merujuk data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penambahan kasus positif mencapai 15 ribuan pada Rabu 23 Juni 2021.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 di berbagai negara termasuk Indonesia, tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja.

"Kenaikan kasus di Indonesia, India, dan di berbagai negara itu tidak pernah sebabnya satu. Pasti sebabnya beberapa. Ada beberapa faktor yang saling memperburuk satu dengan yang lainnya," ujarnya saat live di Instagram @vivacoid, Rabu 23 Juni 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tjandra turut mengemukakan bahwa setidaknya ada lima faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus COVID-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia. Apa saja?

Protokol kesehatan kendur

"Yang pasti kalau kita lihat yang di India kemarin ada peningkatan, nomor satu memang protokol kesehatan (3M) tidak dilakukan secara maksimal. Mungkin hal yang sama juga terjadi di kita," kata dia.

Ada kerumunan

Peningkatan kasus di India, disebabkan karena adanya upacara adat dan keagamaan hingga diselenggarakannya Pilkada. Sementara di Indonesia, Tjandra menganalogikan, seperti mudik Lebaran, berwisata atau kegiatan lainnya yang memicu kerumunan, yang berakibat pada meningkatnya penularan COVID-19.

Jumlah tes COVID-19 menurun

"Kalau India jumlah tes menurun. Maka mereka tidak bisa menemukan orang yang sakit di komunitas, sehingga akhirnya menyebar ke berbagai tempat lainnya," ungkap Prof. Tjandra.

Vaksinasi

"Vaksinasi sebenarnya jumlahnya masih sedikit. Indonesia baru berapa persen yang divaksinasi. Memang, mereka yang divaksin abai, membuat masalah bertambah. Tapi sebenarnya jumlahnya tidak terlalu besar. Jadi solusinya adalah meningkatkan jumlah vaksinasi supaya lebih banyak lagi," saran dia.

Ada varian baru COVID-19

Penyebab berikutnya terjadi lonjakan kasus virus corona adalah karena adanya varian baru COVID-19, yang menyebar ke berbagai negara.

"Di India ada, di Indonesia juga ada. Jadi, minimal empat atau lima faktor ini yang membuat kasus naik di India, Inggris dan di Indonesia juga sama," tutur Prof. Tjandra.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel