Kasus COVID-19 Mingguan RI Turun 23 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan bahwa kasus mingguan Corona turun 23 persen.

“Saat ini situasi di Indonesia baik di tingkat nasional maupun provinsi secara umum terjadi penurunan tren kasus baru mingguan sebesar 23 persen. Selain itu juga terjadi penurunan jumlah kematian sebesar 16 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya,” kata Nadia dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Namun, lanjut Nadia, hal ini tidak mengurangi kewaspadaan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19, mengingat di beberapa negara kembali terjadi lonjakan kasus.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 26 Oktober 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus maupun kematian di tingkat global dan regional Eropa.

Peningkatan ini berkontribusi lebih dari 50 persen total penambahan kasus baru dan sekitar 14 persen dari total kematian baru.

Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Turki dan Ukraina merupakan negara yang melaporkan kasus COVID-19 tertinggi di level global.

Bisa Jadi Pembelajaran

Lebih lanjut Nadia, mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 di negara-negara Eropa dapat menjadi salah satu masukan dan pembelajaran terkait respons nasional.

Salah satu yang dianggap memengaruhi peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah sudah dilakukannya berbagai pelonggaran dan penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Untuk itu, pemerintah terus mempertahankan testing rate dan positivity rate pada level yang direkomendasikan WHO. Membaiknya situasi pandemi juga berimbas kepada kondisi rumah sakit. Saat ini, keterisian tempat tidur (BOR) masih dalam level 20 persen.

“Artinya situasi rumah sakit saat ini dalam suasana kondusif," ujarnya.

Harapan Nadia

Nadia berharap semua elemen dapat sama-sama memahami bahwa dengan tingkat pergerakan masyarakat yang semakin tinggi, maka risiko interaksi dan penularan juga semakin tinggi.

Namun risiko ini bisa diminimalisasi jika masyarakat patuh, taat, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tetap selektif dan bijak saat beraktivitas.

“Kami berharap kerja sama dari semua pihak untuk tetap memperkuat upaya tes, lacak dan isolasi serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Walau jumlah kasus baru yang semakin sedikit, tapi upaya pelacakan kontak harus dilakukan secara maksimal," katanya.

Identifikasi kontak tidak terbatas pada lingkungan keluarga, tetapi juga lingkungan lain seperti tempat kerja, sekolah, dan lainnya.

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan COVID-19

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel