Kasus Covid-19 Naik Hampir Tiga Kali Lipat, Garut Terapkan Lagi Pembatasan Sosial Mulai 1 Juni

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Garut - Dalam dua pekan terakhir, angka positif Covid-19 di Garut, Jawa Barat, bertambah nyaris tiga kali lipat. Mudik dan libur Lebaran diduga menjadi biang keladinya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Garut, Asep Surachman mengatakan, tercatat kasus Covid-19 di Garut naik lebih 2,6 kali lipat dibandingkan dua minggu yang lalu.

"Covid-19 di Kabupaten Garut ini tentu pada minggu-minggu yang cukup mengkhawatirkan," ujarnya, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, tingkat penyebaran kasus Covid-19 di Garut terus meningkat dalam dua pekan terakhir, jika sebelumnya total kasus hanya berkisar 200-an, kini mencapai sudah mencapai 776 kasus.

Kondisi ini berbanding lurus dengan tingkat kematian pasien Covid-19, dari sebelumnya 25 kasus menjadi 35 kasus dalam dua pekan terakhir. "Artinya semakin banyak orang yang ditemukan Covid dalam kondisi buruk," katanya.

Asep menilai, peningkatan kasus penderita Covid-19 di Garut, diduga ada hubungannya dengan masih ditemukannya pemudik yang berhasil lolos saat penyekatan, termasuk membeludaknya massa saat liburan Lebaran beberapa waktu lalu.

"Ini menjadikan faktor risiko untuk meningkatnya kasus Covid di Kabupaten Garut," ungkapnya.

Pembatasan Sosial

Untuk menekan semakin meluasnya penyebaran kasus Covid-19, Pemda Garut kembali menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat hingga dua pekan mendatang. "Berlaku mulai tanggal 1 juni sampai 15 juni," ujarnya.

Upaya ini dilakukan untuk menghindari ancaman terjadinya outbreak atau lonjakan penderita Covid-19 yang diprediksi terjadi pada 14,15, dan 16 Juni mendatang.

"Ini adalah upaya untuk melakukan pembatasan aktivitas masyarakat," kata dia.

Beberapa titik yang akan menjadi area pembatas sosial, yakni perkantoran dan sekolah. Kemudian kapasitas ruangan dan jam operasional beberapa tempat, bakal kembali dibatasi.

"Pengaturan perkantoran, pengaturan sekolah dihentikan sementara sampai 15 juni," ujarnya.

Dengan adanya pembatasan itu, Asep berharap seluruh warga Garut bisa memahami kondisi yang terjadi, dan berupaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

"Tentunya apa yang hari ini diterbitkan surat edaran mohon dipatuhi oleh masyarakat, selain cara preventifnya atau cara pencegahannya yaitu dengan vaksin," katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel