Kasus Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Pemda Tingkatkan Testing dan Tracing

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan meminta pemerintah daerah meningkatkan kapasitas testing (pemeriksaan) dan tracing (penelusuran) kasus Covid-19. Permintaan ini imbas meningkatkan kasus Covid-19 dalam tiga pekan terakhir dampak Omicron XBB.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, permintaan tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah daerah.

"Kita dorong Pemda untuk meningkatkan upaya testing dan tracing," kata Nadia lewat pesan elektronik, Kamis (10/11).

Menurut Nadia, peningkatan testing dan tracing bisa melokalisir penularan Covid-19 yang meluas. Data 9 November 2022, hanya 66.930 spesimen yang diperiksa dari 31.071 orang.

Puncak Gelombang Omicron XBB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak gelombang Omicron XBB di Indonesia terjadi pada Desember 2022 atau paling lambat awal Januari 2023. Pada puncaknya, kasus positif Covid-19 bertambah hingga 20.000 dalam sehari.

Budi mengatakan, prediksi ini merujuk pada puncak gelombang Omicron XBB di Singapura. Saat ini, Singapura tengah menghadapi lonjakan Covid-19 yang dipicu Omicron XBB.

“Kalau mengikuti pola Singapura harusnya dalam satu bulan ke depan ini akan naik mendekati 20.000 per hari,” kata Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (8/11).

Dia menjelaskan, XBB memicu kenaikan kasus Covid-19 yang sangat cepat. Namun, tidak menimbulkan dampak besar pada angka rawat inap di rumah sakit dan kematian. Berbeda dengan Omicron BA.1 dan BA.2.

“XBB ini varian baru mirip dengan BA.5 tapi di bawah BA.1 dan BA.2,” jelasnya.

Kondisi Covid-19 di Indonesia Terkini

Budi mencatat, kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan dalam tiga pekan terakhir dampak Omicron XBB. Rata-rata kenaikan kasus dalam sehari mencapai 5.000 orang.

Sementara total pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit saat ini sebanyak 4.484 orang. Dari jumlah tersebut, 228 pasien menjalani perawatan di ruang ICU (Intensive Care Unit) dan 4.256 non-ICU.

“Kalau rumah sakit kita amati ada kenaikan juga sekarang. Puncaknya sudah menyentuh BA.4 dan BA.5. Tapi masih di bawah puncak 30.000 pada saat BA.1 dan BA.2 di awal tahun,” jelas Budi.

Jika dilihat berdasarkan usia, pasien Covid-19 di rumah sakit didominasi berusia 19 sampai 59 tahun. Sementara untuk gejala, 16 persen pasien tanpa gejala dan 42 persen bergejala ringan.

Rinciannya, 706 pasien asimtomatik, 1.890 pasien bergejala ringan, 1.658 pasien bergejala sedang. Kemudian pasien dengan gejala berat 201 orang, dan kritis 29 orang. Data ini tercatat per 6 November 2022.

Pencegahan Penularan Covid-19 XBB

Budi mengimbau seluruh masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 varian XBB. Cara pencegahan masih sama seperti subvarian lain, yakni memakai masker dan melengkapi vaksinasi Covid-19.

Budi mengingatkan, saat masyarakat melakukan aktivitas di ruang tertutup, masker harus tetap digunakan.

“Untuk mengurangi transmisi, pakai masker paling ampuh. Jangan kendor walaupun dalam ruangan. Kemudian kombinasi memakai masker dan booster,” ujarnya. [tin]