Kasus Covid-19 Naik, Kemenkes Siagakan Rumah Sakit dan Faskes

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, terdapat 12 kasus Covid-19 varian XBB di Indonesia. Kemenkes juga mencatat kenaikan kasus Covid-19 di 30 provinsi dalam satu minggu terakhir dan pada level nasional, juga terjadi peningkatan kasus sekitar 4.700 sampai 4.900 kasus selama empat hari terakhir.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril mengatakan, Indonesia belum dapat dikatakan aman dari pandemi Covid-19 karena mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi.

"Varian XBB lebih cepat menular, kita harus waspada dan selalu proteksi diri," kata Syahril dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (9/11).

Sebagai upaya pencegahan, Kemenkes telah menyiagakan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dan juga meningkatkan upaya tracing dan testing.

"Upaya-upaya pencegahan di hulu juga tetap ditegakkan sebagai antisipasi lonjakan kasus. Mulai dari kesiapsiagaan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya hingga peningkatan upaya tracing dan testing," ujar Syahril.

Masyarakat juga diminta untuk mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai masker, serta melakukan tes apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19. Selain itu, juga segera melakukan vaksinasi booster untuk meningkatkan proteksi.

"Disiplin memakai masker, tujuan kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga orang lain di sekitar kita. Segera juga lakukan booster, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat COVID-19," terang Jubir Syahril.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk memanfaatkan akses telemedisin Isolasi Mandiri (Isoman) Kementerian Kesehatan. Melalui layanan ini, masyarakat yang positif COVID-19 mendapatkan layanan konsultasi gratis dan layanan obat gratis .

"Tentunya selama melakukan tes di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan" jelas Syahril.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya melakukan vaksinasi untuk mengurangi risiko kesakitan dan kematian akibat Covid-19, terutama di kelompok lansia. Dari data yang ada saat ini, kelompok lanjut usia memiliki faktor risiko jauh lebih tinggi dibandingkan anak-anak.

“Vaksin ini sangat penting untuk melindungi kita terutama yang usia lanjut,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari rilis resminya (9/11).

Budi juga meminta kepada seluruh Dinas Kesehatan untuk terus menggenjot capaian vaksinasi di wilayahnya masing-masing dengan mengaktifkan sentra-sentra vaksinasi hingga upaya jemput bola kepada masyarakat.

“Sekali lagi pesan saya satu, segera booster, agar seluruh masyarakat kita terlindungi dari Covid-19” tegas Budi. [ded]