Kasus Covid-19 Naik Lagi, Dampak Subvarian Omicron XBB?

Merdeka.com - Merdeka.com - Jumlah kasus Covid-19 kembali melonjak di Indonesia. Pada Selasa (25/10), terdapat penambahan 3.008 kasus baru yang sebelumnya hanya 1.703 kasus.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) M. Syahril mengatakan, kemungkinan kenaikan ini disebabkan subvarian baru Omicron XBB. Belajar dari pengalaman sebelumnya, lonjakan kasus Covid-19 kerap kali dipicu varian baru.

"Jadi memang teorinya begitu ya, teorinya begitu. Apabila terjadi lonjakan kasus,itu biasanya dikaitkan adanya subvarian yang baru," kata Syahril dalam konferensi pers, Rabu (26/10/).

Meskipun demikian, Syahril mengatakan pihaknya akan mengawasi kelonjakan kasus untuk memastikan hal tersebut disebabkan oleh subvarian XBB.

"Nah baru kemarin ya kenaikannya. Tentu nanti kita akan lihat dalam satu dua tiga hari ini dan kita Kementerian Kesehatan sudah bergerak untuk melakukan whole genome sequencing pada kasus-kasus terutama yang di rumah sakit untuk melihat apakah memang subvarian XBB ini sudah mendominasi apa belum. Jadi kita tunggu dulu ya kabar dalam dua tiga hari ini. Kita akan melihat lonjakannya," jelas Syahril.

Selain karena varian baru, Syahril menduga kenaikan kasus dipicu meningkatnya testing Covid-19. Testing merupakan cara untuk mendeteksi kasus Covid-19 yang berada di lingkungan masyarakat.

"Nah kalau tidak ada lonjakan terus dan tidak ada XBB memang ini kaitannya dengan testing yang kita lakukan ya karena biasanya semakin banyak testing yang kita lakukan, maka akan terjadi juga penemuan (kasus)," kata Syahril.

Adapun per Rabu 26 Oktober 2022 pukul 12.00 data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan penambahan kasus baru sebanyak 3.048. Angka ini turut menambah akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 6.478.720.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh sebanyak 1.458 sehingga akumulasinya menjadi 6.298.740. Sayangnya, kasus meninggal juga masih menunjukkan penambahan yang tinggi yakni 24 jiwa sehingga akumulasinya menjadi 158.499.

Provinsi dengan sumbangan kasus meninggal terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 5 orang wafat. Sulawesi Selatan menyusul dengan kematian 4 orang. Diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur yang sama-sama melaporkan 3 kematian.

Kasus aktif pun mengalami penambahan sebanyak 1.566 sehingga akumulasinya menjadi 21.481. Jumlah spesimen hari ini sebanyak 58.969 dan suspek sebanyak 4.751.

Laporan dalam bentuk tabel turut merinci penambahan kasus terbanyak di 5 provinsi. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.

- DKI Jakarta hari ini melaporkan 1.066 kasus positif baru dan 475 orang sembuh.

- Jawa Barat 428 kasus konfirmasi baru dan 173 orang dinyatakan sembuh.

- Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 372 kasus baru dan 304 orang sembuh dari COVID-19.

- Banten 266 kasus positif baru dan 67 sembuh.

- Jawa Tengah melaporkan 199 kasus baru dan 144 sembuh. [tin]