Kasus Covid-19 Naik Lagi, Bagaimana Nasib Transisi Endemi?

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus Covid-19 naik lagi. Peningkatan ini terjadi di tengah rencana pemerintah membawa Indonesia menuju transisi endemi Covid-19.

Lonjakan kasus Covid-19 kali ini dipicu subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Pemerintah mencatat, dalam sepekan terakhir kasus Covid-19 melonjak hingga 36 persen.

Epidemiolog dan Peneliti Global Health Security dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengkritisi pemerintah di tengah lonjakan kasus dan rencana transisi menuju endemi Covid-19. Dia mengatakan seharusnya target pemerintah bukanlah menuju fase endemi. Melainkan, pengendalian kasus Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan kembali.

"Selalu saya ingatkan sejak awal bahwa manajemen pandemi Covid-19 bukanlah dan tidak boleh mengarah pada target endemi. Karena endemi itu berbahaya dan bukan target yang harus dituju. Yang harus dituju pengendalian pandemi Covid-19," kata Dicky, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/7).

Dia mengungkapkan, fakta sebagian negara memang akan mengalami masa endemi dan epidemi. Namun, menurutnya menjadi salah jika masa endemi atau epidemi dijadikan satu pedoman atau tujuan program manajemen penyakit.

"Itu adalah salah kaprah dan lebih pada harapan semu yang mengatakan dan beranggapan bahwa ketika masuk fase endemi semua akan baik-baik saja semua, itu tidak, itu hanya fantasi saja yang harus diluruskan. Yang harus kita tuju sekali lagi adalah pengendaliannya pandemi," tegasnya.

Dokter lulusan Universitas Padjajaran ini berharap pemerintah fokus melakukan pengendalian kasus Covid-19. Terlebih saat ini, positivity rate Covid-19 sudah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Target WHO, positivity rate Covid-19 hanya maksimal 5 persen. Sementara positivity rate Covid-19 mingguan di Indonesia saat ini menembus 11,70 persen.

"Kalimat-kalimat endemi saya kira harus ditinggalkan, seperti saya katakan dulu herd immunity itu adalah umumnya harapan-harapan yang diterapkan, ditetapkan untuk mengesankan seolah-olah bahwa ini sudah selesai atau ingin cepat-cepat selesai itu saya kira tidak seperti itu," ucap Dicky.

"Jadi sekali lagi ini bukti gelombang keempat atau bahkan ada gelombang berikutnya ada varian berikutnya itu bukti bahwa penyakit ini harus kita kendalikan dengan cara apa? Ya 3T, 5M dan vaksinasi," sambungnya.

Fokus Kendalikan Pandemi

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane. Dia meminta agar pemerintah benar-benar fokus dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Terlebih, saat ini subvarian Omicron BA.2.7.5 yang ditemukan di India pada Mei lalu sudah masuk ke Indonesia. "Target pengendalian wabah itu bukan endemi sebenarnya, tetapi terkendali (controlled). Kalau endemi itu sama saja dengan epidemi dalam jangka waktu lama, sementara pandemi adalah epidemi dalam wilayah yang luas, ya wabah-wabah juga ketiganya," kata Masdalina.

Dia mengingatkan, penentuan masa transisi ke endemi Covid-19 ditetapkan WHO, bukan masing-masing negara. Sehingga, pemerintah tidak perlu merencanakan atau menyampaikan kepada masyarakat akan memasuki fase transisi endemi.

"Sementara itu, belum ditetapkan (endemi) ya kita tetap beraktivitas seperti biasa, ada pengetatan ketika empat indikator utama meningkat, longgarkan ketika indikator menurun," ujarnya.

Transisi Menuju Endemi Covid-19

Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting, Kasubbid Dukkes Satgas Covid-19 mengatakan, untuk memasuki masa transisi endemi ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Di antaranya, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 20/100.000 penduduk per minggu.

Kemudian keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 hanya 5/100.000 penduduk per minggu. Lalu, kasus kematian akibat Covid-19 hanya 1/100.000 penduduk per minggu.

"Bilamana bisa memenuhi ketiga kriteria ini sekaligus, antara tiga sampai enam bulan berturut-turut dari sisi kesehatan maka ini menjadi indikator sudah bisa masuk ke endemi," kata Alex.

Untuk saat ini, kata Alex, Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Bahkan, sekarang Indonesia menuju ke gelombang keempat (fourth wave).

"Kita masih di fase transisi, mungkin fasenya diperpanjang karena ada lonjakan kasus dengan subvarian baru," imbuhnya. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel