Kasus COVID-19 Pecahkan Rekor, Menkes Siapkan Skenario Cadangan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Rabu 24 Juni 2021, kasus harian COVID-19 di Indonesia mencatatkan angka tertinggi. Tercatat ada 20.574 kasus harian di Indonesia. Terkait dengan hal itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Situasi saat ini di Indonesia jumlah kasusnya sudah mencapai titik yang tinggi kemarin 20 ribu per hari. Kita di Kemenkes memahami situasi ini dan memonitor apa saja yang terjadi di masyarakat agar kita bisa segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi segera hal-hal yang memang perlu kita lakukan intervensi," kata Menkes dalam virtual conference, Jumat 25 Juni 2021.

Lebih lanjut, Menkes menjelaskan bahwa mengenai ketersediaan tempat tidur khususnya di daerah DKI Jakarta dirinya bersama kapolri, panglima TNI, kepala BNPNB dan Gubernur DKI Jakarta selalu mengkoordinasikan untuk memastikan agar jumlah tempat tidur yang ada cukup dan mengikuti perkembangan yang masuk.

Menkes menjelaskan dalam seminggu terakhir pihaknya telah mengkonversikan 3 rumah sakit pemerintah yaitu RS Fatmawati, RS Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan untuk menjadi 100 persen rumah sakit yang menangani COVID-19. Sehingga dengan demikian, kata Menkes ada ratusan tempat tidur baru lengkap dengan peralatan, lengkap dengan dokter-dokter yang berpengalaman, lengkap dengan perawat yang berpengalaman, untuk bisa melayani para pasien yang sakit di DKI Jakarta.

"Diharapkan di minggu ini konversi itu bisa selesai sehingga bisa menambah jumlah tempat tidur untuk melayani warga Jakarta lengkap langsung dengan fasilitas dan tenaga kesehatan," kata Budi Gunadi.

Selain itu, dijelaskan Menkes, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta dan Kepala BNPB untuk mengubah semua kamar IGD menjadi kamar isolasi. Sehingga dengan demikian, bisa digunakan untuk merawat pasien.

"Dengan demikian perawatan yang normal bisa dilakukan di sana untuk menampung pasien-pasien yang sudah masuk di RS mendapatkan perawatan seperti di kamar biasa," kata Menkes.

Sedangkan untuk layanan IGD pihaknya bersama Gubernur dan BNPB telah memutuskan untuk membangun tenda di luar rumah sakit. Sehingga jika ada pasien yang akan dicek bisa masuk ke tenda tersebut.

"Yang ingin di cek masuk ke sana, tidak masuk ke ruang IGD karena ini akan dipakai sebagai tambahan tempat tidur. BNPB sudah sangat membantu untuk menambah tenda di luar rumah sakit sebagai tempat IGD sehingga bisa menggunakan IGD yang ada sebagai tempat isolasi," kata Menkes.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel