Kasus COVID-19 RI Turun, Waktu Tepat untuk Perkuat Ketahanan Medis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Momentum kasus COVID-19 di Indonesia sedang turun merupakan waktu tepat untuk memperkuat ketahanan medis. Upaya ini sebagai bentuk antisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di kemudian hari.

Penguatan ketahanan medis, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate, perlu dilakukan. Sebab, di beberapa daerah terdapat infrastruktur medis yang masih minim.

"Oleh karena itu, perlu peningkatan, baik dari segi kapasitas maupun kapabilitas yang dimiliki," kata Plate melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 8 September 2021.

"Selain untuk mengantisipasi apabila terjadi gelombang kenaikan kasus COVID-19, penguatan ketahanan medis juga diharapkan sebagai bentuk pemerataan pelayanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia."

Perkembangan COVID-19 di Tanah Air dinilai menggembirakan. Berdasarkan data 6 September 2021, angka kasus konfirmasi COVID-19 nasional turun 39 persen dan angka kematian turun 25 persen.

Kemudian tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) jadi 22 persen, turun 26 persen dari rata-rata 7 hari terakhir. Dari kemajuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hanya 11 kota/kabupaten di Jawa-Bali yang ada pada Level 4, sebelumnya 25 kota/kabupaten.

Jumlah daerah yang berada di Level 2 juga mengalami peningkatan signifikan, yaitu dari 27 kabupaten/kota menjadi 43 daerah. Wilayah aglomerasi Yogyakarta turun dari Level 4 menjadi Level 3, sedangkan Bali masih berada pada Level 4.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Penurunan Kasus COVID-19 Bukan Membuat Jadi Terlena

Warga berolahraga sore di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (22/8/2021). TMII kembali dibuka mulai 06.00-18.00 WIB namun terbatas hanya untuk kegiatan berolahraga outdoor atau luar ruangan dan dengan syarat menunjukkan sertifikat vaksinasi covid-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Warga berolahraga sore di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (22/8/2021). TMII kembali dibuka mulai 06.00-18.00 WIB namun terbatas hanya untuk kegiatan berolahraga outdoor atau luar ruangan dan dengan syarat menunjukkan sertifikat vaksinasi covid-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, kasus COVID-19 Indonesia yang menurun perlu ditindaklanjuti. Bahwa penurunan kasus yang ada, bukan membuat kita menjadi terlena sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Akan tetapi, inilah saatnya kita melakukan penguatan terhadap ketahanan medis. Penting karena beberapa beberapa negara terjadi peningkatan kasus COVID-19," ujar Dante saat Konferensi Pers PPKM pada Senin, 6 September 2021 malam.

"Di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Di AS, angka vaksinasinya sudah sedemikian baik hingga 52 persen, Inggris 63 persen, dan Israel 93 persen. Di sana, terjadi lagi kenaikan kasus COVID-19."

Adanya kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah negara, lanjut Dante, disebabkan abai protokol kesehatan. Ini merasa sudah divaksinasi.

Vaksinasi termasuk salah satu komponen yang penting untuk dilakukan, tetapi yang penting adalah protokol masyarakat. Setiap kali terjadi kenaikan mobilitas masyarakat, selalu disertai dengan peningkatan kasus. Kita harus hati-hati ada peningkatan kasus akibat aktivitas yang meningkat," lanjutnya.

Adapun penguatan ketahanan medis, di antaranya, ketercukupan stok obat terapi COVID-19 dan oksigen terpenuhi. Peningkatan deteksi dan skrining dengan pemanfaatan sistem PeduliLindungi juga dilakukan.

Infografis: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Obat Medis

Infografis: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Obat Medis (Liputan6.com / Abdillah)
Infografis: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Obat Medis (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel