Kasus COVID-19 Tambah 8 Ribu, Kemenkes Catat Lonjakan Pasien di RS

·Bacaan 2 menit

VIVA – Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) mencatat kasus konfirmasi COVID-19 per 14 Juni 2021 bertambah 8.189 pasien. Sehingga kini, total jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 1.919.547 jiwa.

Para pakar memprediksi, dalam beberapa hari bisa menembus total sebesar 2 juta kasus COVID-19. Meski begitu, angka kesembuhan juga meningkat sebanyak 6.143 pasien dengan total 1.751.234 kasus sembuh.

Untuk itu, deteksi pun kian digencarkan. Ini juga dilakukan PT Kimia Farma Diagnostik (KFD) sebagai cucu usaha PT Kimia Farma Tbk menjalankan layanan kesehatan antara lain kegiatan vaksinasi, pengujian PCR, Swab Antigen, dan layanan kesehatan lainnya. Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilakukan diantaranya adalah pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong, Swab Antigen Forum BUMN Muda, serta persiapan program layanan kesehatan Work From Bali.

KFD yang membutuhkan pasokan alat Swab Antigen dalam jumlah cukup dan dapat dipercaya guna mendukung pelayanan publik sehari-hari, menjalin kerja sama dengan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA). Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Agus Chandra mengatakan bahwa kerja sama tersebut penting untuk mendukung program Pemerintah dalam mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

“KFD harus menjalankan penugasan dari shareholder dalam kegiatan Swab Antigen. Kerja sama dengan Itama Ranoraya merupakan salah satu usaha untuk menjamin kegiatan tersebut. IRRA kami harapkan dapat berkomitmen dan memberikan pelayanan terbaik untuk KFD dan publik,” ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk., Heru Firdausi Syarif mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu Pemerintah melalui KFD dalam mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia melalui penyediaan peralatan rapid test Antigen yang dapat dipercaya.

“Kami siap menghadirkan peralatan yang telah mendapat surat izin edar Kementerian Kesehatan. Alat test Panbio dari Abbott akan kami jamin keandalan sesuai dengan standar pembuatnya,” ujar Heru.

Di kesempatan berbeda, juru bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi tidak henti-hentinya menghimbau agar masyarakat tidak jenuh dan bosan untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Kami sangat berharap masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan," tegas Nadia dalam keterangan persnya, dikutip Selasa 15 Juni 2021.

Hal ini, lanjut Nadia, juga berlaku bagi yang telah divaksinasi. Nadia menegaskan bahwa kita tentu saja tidak ingin lonjakan kasus yang terjadi di sejumlah provinsi dan mengakibatkan angka keterisian rumah sakit melonjak drastis terjadi di daerah tempat tinggal.

"Kita harus memikirkan bukan hanya kesehatan diri kita sendiri, namun juga anggota keluarga kita yang lain dan juga tenaga kesehatan yang bekerja sangat keras dalam menangani pasien,” bebernya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel