Kasus Covid-19 Turun Drastis, Wamenkes: Jangan Terlena

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono mengatakan saat ini eskalasi kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Meski begitu, ia mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ketahanan medis.

Pasalnya, ia mengacu di beberapa negara lain terjadi peningkatan kasus meski tingkat vaksinasinya sudah cukup tinggi. Wamenkes Dante menyoroti tentang protokol kesehatan yang tidak konsisten dilakukan sehingga menyebabkan peningkatan kasus kembali.

“Kita sudah lewati masa puncak kasus konfirmasi, kasus perawat dan kematian di RS, di negara lain eskalasi tinggi masih terjadi, seperti Malaysia, Filipina masih, Vietnam masih. Bahwa menurunnya kasus ini bukan membuat kita terlena, akan tetapi ini saatnya kita penguatan ketahanan medis, itu penting,” katanya dalam konferensi pers PPKM, Senin (6/9/2021).

Dante menambahkan bahwa vaksinasi bukan jadi satu-satunya penangkal dari penularan Covid-19. Ia mengatakan vaksinasi hanyalah salah satu dari banyaknya faktor.

“Vaksin bukan satu-satunya game changer, tapi perlu diterapkan terus terkait protokol kesehatan,” tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksinator memeriksa jarum suntik sebelum melakukan vaksinasi COVID-19 kepada Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di RSCM, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tahap awal program vaksinasi akan menyasar tenaga kesehatan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Vaksinator memeriksa jarum suntik sebelum melakukan vaksinasi COVID-19 kepada Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di RSCM, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tahap awal program vaksinasi akan menyasar tenaga kesehatan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Waspadai Peningkatan Kasus

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa masyarakat perlu mewaspadai terjadinya peningkatan kasus. Ia menyoroti sekitar satu bulan kedepan akan menghadapi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Dante mewanti-wanti tentang mobilisasi yang meningkat seiring perayaan tersebut.

“Dari berbagai macam straegi penangan yang perlu dlanjutkan, yang penting adalah tes epidemologi, rasio kontak erat, percepatan vaksinasi,” katanya.

Sementara itu ia mengatakan PPKM Level 1-4 masih harus terus dilakukan. Kemudian pemanfaatan teknologi digital juga harus diterapkan dalam memantau protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat.

“Kita sudah mempunyai (aplikasi) Peduli Lindungi, masyarakat di pantau, di mitigasi, dan dievaluasi melalui aplikasi ini, ada empat status mobilisasi, hijau, kuning, merah, dan hitam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wamenkes Dante mengatakan, akan memperluas cakupan pemanfaatan teknologi digital diluar enam sektor yang sudah melaksanakan.

“Kita sudah lakukan di enam sektor utama akan segera dilakukan di sektor lainnya, kita berhasil menjaring 1625 kasus. ini adalah mereka yang tidak diketahui sebelumnya menderita covid-19, tapi mereka masih berkeliaran. Itu terdeteksi di sektor perdagangan dan yang masuk mal,” katanya.

Dengan demikian, ia akan terus meningkatkan kapasitas tracing dari saat ini yang sudah mencapai 7,98 persen rasio kontak erat per kasus konfirmasi perminggu. Menjadi 10 per kasus konfirmasi per kontak yang dilakukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel