Kasus COVID Membludak Pria Ini Ikat Jenazah Ayahnya di Atap Mobil

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVAIndia tengah dihadapkan dengan krisis COVID-19 yang disebut terburuk di dunia. Di Delhi, ibu kota India, angka kematian mencapai 1.777 dalam lima hari terakhir.

Hampir semua rumah sakit pun penuh dengan pasien. Oksigen dan tempat tidur tidak ada lagi yang tersisa untuk menangani pasien yang terus berjatuhan. Saking membludaknya pasien COVID-19 di India, seorang pria di kota Agra harus mengikat tubuh jenazah ayahnya.

Seorang pria di Agra harus mengikat tubuh almarhum ayahnya di atap mobilnya untuk mencapai tempat kremasi di sana. Seperti dilansir India Today, pria itu membawa jenazah ayahnya ke krematorium di Mokshadham Agra dengan cara yang tidak biasa karena adanya lonjakan kasus COVID-19 yang telah membebani sistem perawatan kesehatan di sana.

Karena itu, tidak ada ambulans yang tersedia untuk membawa jenazah ke krematorium untuk melakukan upacara terakhir bagi almarhum. Kota Agra telah melaporkan lebih dari 600 kasus COVID-19 baru setiap hari.

Membludaknya kasus COVID-19 di kota tersebut mengakibatkan kurangnya mobil ambulance untuk mengantar jenazah. Banyak yang harus menunggu hingga enam jam hanya untuk membawa mereka yang tewas karena COVID-19 ke tempat kremasi.

Seorang aktivis sosial setempat, Yogesh Malhotra menekankan, jumlah kasus dan kematian terus meningkat di kota itu. Sementara itu, presiden partai politik di India, Partai Samajwadi, Ramgopal Baghel menyalahkan pemerintah pusat dan negara bagian atas situasi tersebut.

"Kita semua dapat melihat bahwa BJP (partai yang berkuasa) telah sepenuhnya gagal menangani pandemi ini. Kegagalan pesta akan terungkap kali ini. Kurangnya fasilitas medis penting bagi pasien seperti oksigen, tempat tidur dan obat-obatan dapat terlihat dengan jelas. BJP menyesatkan orang dengan membuat janji palsu," kata dia dikutip dari laman World of Buzz.