Kasus dengan Ayah Angkat, Akankah Syahrini Lapor Polisi?

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan nama Syahrini tak bisa dipisahkan dari sosok kakek berusia 80 tahun bernama Laurens. Pria yang berdomisili di Belanda itu disebut sebagai ayah angkat Syahrini.

Di media sosialnya, Laurens memamerkan keakraban dengan Syahrini baik dalam bentuk foto maupun video. Ia juga bercerita dengan cukup detail mengenai hubungan kekeluargaannya dengan Syahrini.

Segala pengakuan yang diutarakan Laurens nampaknya membuat sejumlah warganet berasumsi negatif, hingga menyebut sang kakek sebagai sugar daddy Syahrini.

Padahal dugaan itu tidaklah benar. Sang sekretaris, Ita, dengan tegas mengatakan bahwa Laurens hanya ayah angkat Syahrini.

Sanggahan

Momen kebersamaan ayah angkat dan Syahrini. (Sumber: Instagram/@liohk)

"Aku juga kaget kok sampai segini besar berita ini. Keluarlah sosok Papa Laurens, yang akhirnya menggiring opini bahwa dia sugar daddy Syahrini," tutur Ita, dikutip dari tayangan Intens Investigasi, Kamis (14/5/2020).

"Aku tahu persis hubungan mereka seperti apa. (Syahrini) dengan Papa Laurens layaknya hubungan anak dan bapak angkat," sambung sang sekretaris.

Langkah Syahrini

Momen kebersamaan ayah angkat dan Syahrini. (Sumber: Instagram/@liohk)

Pelantun lagu "Maju Mundur Cantik" itu tentunya terganggu dengan permasalahan ini. Banyak pihak yang menanyakan bagaimana langkah tegas pihak Syahrini dalam menuntaskan polemik ini.

"Banyak yang melanggar UU ITE, banyak pernyataan yang benar-benar pakai nama, ini, ini jelas, banyak juga yang DM, 'kenapa sih enggak ditindak tegas, kenapa diam aja manajemen'," tambah Ita, sekretaris Syahrini.

Upaya Hukum

Ita mengatakan, bukan tak mungkin pihaknya akan menempuh jalur hukum. Namun, sang sekretaris tak bisa berbicara lebih jauh karena hal itu bukan kewenangannya.

"Dari dulu kan sudah sering banget ya yang kayak gini, gosip, fitnah, mungkin akan ada tindakan itu. Tapi aku sih enggak tahu nih, biasanya itu (soal hukum) ke bu manajernya," tutur Itha.

"Pastinya kita juga enggak diam, enggak yang legowo aja. Kan banyak yang bilang kok kayaknya pasrah diinjak-injak, sudah difitnah, kita ada kok, ada upaya ke situ tapi kapasitasnya bukan di aku," lanjutnya.