Kasus Dugaan Korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen, Kejagung Sita Rumah Pangeran di Solo

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Agung menyita salah satu rumah bersejarah di Solo, Kamis (12/5). Penyitaan terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen. Rumah yang konon milik salah satu pangeran Keraton Surakarta di masa lalu itu bernama Ndalem Kusumobratan di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasarkliwon.

Papan berukuran besar dengan latar belakang warna merah bertuliskan Tanah/Bangunan ini Telah Disita oleh Penyidik Kejaksaan Agung. Penyitaan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Dirdik Jampidsus Kejagung No PRINT-101/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 10 Mei 2022 dalam perkara tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen tahun 2017-2020 atas nama Maryoso Sumaryono DKK. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemasangan papan dilakukan Kamis sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kemarin pagi sekitar pukul 10.00 WIB dipasang. Banyak yang datang ke sini tadi," ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Warga tersebut tidak tahu menahu bangunan tersebut disita karena apa. Ia juga tidak tahu rumah itu milik siapa, karena tidak pernah melihatnya.

"Tidak tahu rumah siapa ini. Rumahnya luas sampai tembok keraton," tandasnya.

Lurah Gajahan, Suyono membenarkan ada penyitaan dari Kejagung terhadap Ndalem Kusumobratan. "Betul, tadi petugas dari kejaksaan dan pihak terkait datang dan lapor ke kelurahan. Saya diminta menyaksikan secara langsung penyitaan tersebut, bahwa di sana telah disita oleh negara dan diberi plakat," jelas dia.

Suyono tidak mengetahui pasti peyitaan tersebut dipakukan terkait permasalahan apa. Ia menduga karena kasus korupsi sehingga disita oleh Kejagung.

"Kami tidak tahu masalahnya apa. Kami hanya diminta untuk menyaksikan proses penyitaan saja," bebernya.

Suyono juga tidak tahu jika ndalem itu milik warga sini atau bukan. Karena kepemilikannya atas nama semacam yayasan.

"Detailnya orang mana kami tidak tahu. Yang jelas obyek tanahnya tercatat di Kelurahan Gajahan ini," terang dia.

Suyono menjelaskan, dirinya diminta juga untuk menjaga obyek tersebut supaya tidak terjadi gangguan. "Kami diminta untuk ikut menjaga. Nanti akan mengoptimalkan petugas Linmas, ada juga warga setempat yang dipasrahi," katanya lagi.

Suyono mengatakan, kondisi bangunan tersebut memang tidak terawat, banyak tumbuhan liar. "Itukan tiga obyek jadi satu. Luasnya itu 10.000 meter persegi," terang dia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejagung, Ketut Sumedana menyatakan jika penyitaan tersebut bukan yang pertama kalinya dilakukan Kejagung. "Di Solo sudah lama ada penyitaan. Sudah beberapa kali dilakukan," ungkapnya.

Bangunan dan lahan yang berada di sebelah barat Alun-alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dulu merupakan kediaman pangeran Keraton Surakarta Hadiningrat, GPH Kusumobroto. Dia merupakan anak dari Paku Buwono (PB) X. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel