Kasus Dugaan Pencemaran Nama PDIP, Seorang Pengusaha di Aceh Dilaporkan ke Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pengusaha di Aceh inisial DM (45) diduga melakukan pencemaran nama baik dengan menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan PKI. Ujarannya itu berbuntut dilaporkan ke Polda Aceh oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Aceh.

"Benar, ada laporan yang masuk ke SPKT Polda Aceh terkait pencemaran nama baik PDIP. Terlapornya akan kita panggil untuk diperiksa," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Kamis (23/6) malam.

Dia menyebut dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan DM itu dilaporkan Ketua Repdem Aceh Nazaruddin, pada 18 Juni 2022 ke SPKT Polda Aceh.

Sebagai pelapor, Nazaruddin disebut turut melampirkan bukti berupa screenshot percakapan WhatsApp terlapor dengan saksi. Winardy mengatakan dugaan pencemaran nama baik tersebut dilakukan DM pada 11 Juni 2022.

Pengusaha yang merupakan warga Kota Banda Aceh ini rencananya akan dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh pada Senin (27/6) mendatang.

"Kita panggil hari Senin untuk dilakukan klarifikasi dan pengumpulan bahan keterangan lainnya," ujar Winardy. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel