Kasus Ekspor Benih Lobster, KPK Kembali Geledah Gedung KKP

Bayu Nugraha, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto menuturkan bahwa pihaknya bakal melanjutkan penggeledahan terkait kasus suap izin ekspor benur, hari ini di sejumlah tempat. Salah satunya yakni Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Ya, tentunya memang sedini mungkin. Kemarin kami sudah segel kan sehingga kemarin tidak ada yang masuk di ruangan yang akan kami geledah. Mudah-mudahan bisa laksanakan penggeledahan secara menyeluruh terhadap proses-proses sebagaimana kita ketahui dari hasil penyidikan awal," ujar Karyoto kepada awak media, Jumat 27 November 2020.

Setelah menetapkan 7 orang tersangka, tim KPK langsung bergerak ke Kantor Kementerian KKP yang berada di Gambir, Jakarta Pusat, dan rumah dinas Menteri Edhy Prabowo di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Dalam penggeledahan, tim KPK sempat dihalangi petugas keamanan. Bahkan sempat adu mulut antara petugas keamanan gedung dengan penyidik KPK. Setelah bernegosiasi beberapa waktu, pihak keamanan kemudian mengizinkan tim KPK masuk untuk melanjutkan pekerjaannya.

Kegiatan di 2 lokasi itu bertujuan untuk menyegel tempat-tempat yang diduga terdapat alat bukti terkait kasus dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.

Para tersangka yang sudah dijerat dalam perkara ini, antara lain, Edhy Prabowo; stafsus Menteri KKP, Safri dan Andreau Pribadi Misata; Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi; staf istri Menteri KKP, Ainul Faqih; Amiril Mukminin (swasta); dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP), Suharjito. (ren)

Baca juga: Said Didu Ungkap Kejanggalan Izin Ekspor Lobster di KKP