Kasus Festival Musik Berdendang Bergoyang Naik ke Penyidikan, Satu Orang Terlapor

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat menaikan status hukum kasus festival musik Berdendang Bergoyang dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Kemarin sudah kita naikan dari lidik menjadi sidik. Sementara ada satu orang yang statusnya sebagai terlapor inisial HA," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Jumat (4/11).

Komarudin menerangkan, satu orang terlapor termasuk dalam 14 saksi yang telah diinterograsi. Dengan dinaikan status kasus ini ke tahap penyidikan, maka keterangan mereka akan dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kemarin sudah 14 orang diinterogasi. Hasil interogasi mengarah ada pelanggaran pidana di dalamnya makanya kita naikan ke proses penyidikan. Dan mulai kemarin sudah berjalan proses BAP," ujar dia.

Komarudin menerangkan, penyidik menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh panita penyelenggara festival musik Berdendang Bergoyang. Misalnya, penonton yang hadir melebihi kapasitas.

Tidak cuma itu, jumlah tiket yang terjual tidak sesuai dengan yang disampaikan panitia penyelenggara pada saat mengajukan permohonan surat izin keramaian ke kepolisian, Dinas Parektaf dan Satgas Covid-19.

Adapun, panitia pada mengajukan permohonan izin keramaian ke kepolisian mencantumkan peserta sebanyak 3.000.

Sedangkan, ketika mengajukan surat kepada Dinas Parektaf dan Satgas Covid, panitia mencantumkan sebanyak 5.000 orang.

"Nyatanya target panitia 30 ribu tiket. Dari hasil yang kita temukan bahwa panitia sudah menjual sebanyak 27.879 tiket," ujar dia.

Lebih lanjut, Komarudin menjelaskan, beberapa penonton festival musik Berdendang Bergoyang dilaporkan luka-luka.

"Jadi ini ada potensi ancaman keselamatan termasuk juga karena sudah ada korban," ujar dia.

Atas kejadian itu, Komarudin mengatakan, terlapor dipersangkakan dengan Pasal 360 KUHP ayat 2 dan Pasal 93 Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Pasal 360 KUHP berbunyi barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain luka-luka ancaman hukuman 9 bulan penjara kemudian Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan karena tidak mengindahkan surat yang dikeluarkan Satgas Covid-19. Ancaman hukuman 1 tahun denda Rp 100 juta," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [cob]