Update Kasus Gagal Ginjal Akut Per Hari Ini: Total 304 Pasien, 159 Meninggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal nasional menjadi 304 kasus per 31 Oktober 2022. Juru Bicara Komunikasi Kemenkes M. Syahril juga mengungkapkan, terdapat 159 pasien yang meninggal, 46 dalam perawatan, dan 99 pasien yang sembuh.

"304 kasus ini tersebar di 27 provinsi ya," kata Syahril dalam konferensi pers, Selasa (1/11).

Adapun Kota Jakarta Timur menjadi wilayah dengan kasus gangguan ginjal akut terbanyak di Indonesia, yaitu dengan 25 kasus. Kemudian, Jakarta Barat sebanyak 22 kasus, dan Jakarta Selatan dengan 15 kasus.

Ia juga mengatakan, Kemenkes telah menyebarkan 146 vial obat penawar gagal ginjal akut yaitu Fomepizole ke 17 rumah sakit rujukkan gangguan ginjal.

"Sampai dengan 31 Oktober ini, kita adamendatangkan Fomepizole sebanyak 146 vial dan sudah kita sebarkan di 17 rumah sakit yang ada di Indonesia ini dan kita masih punya 100 stok lagi. Total kita sudah mendatangkan 246 Fomepizole," kata Syahril.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyakit gagal ginjal anak awalnya masuk dari obat sirop yang dikonsumsi. Menurut dia, dalam setiap obat sirop digunakan pelarut tambahan.

"Ini adalah pelarut tambahan yang memang sangat jarang ditulis di senyawa aktif obat dan pelarut tambahan sebenarnya tidak berbahaya. Tapi kalau kualitas produksi pelarut tambahan buruk, dia menghasilkan cemaran cemaran," jelas Budi saat konferensi pers di Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/10).

Budi mengatakan, tiga senyawa tersebut masuk ke tubuh dan terjadi proses metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh yang alamiah itu mengubah senyawa tersebut menjadi asam oksalat, zat kimia berbahaya.

"Metabolisme mengubah jadi asam oksalat, nah ini berbahaya asam oksalat itu kalau masuk ke ginjal bisa jadi kalsium oksalat. Jadi kaya kristal kecil tajam. Sehingga kalau ada kristal kecil tajam di Balita kita ya rusak ginjalnya," kata Menkes. [ded]