Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Dalami Pemeriksaan Karyawan PT Afifarma

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan tambahan terhadap karyawan perusahaan farmasi PT Afi Farma Pharmaceutical Industries (Afifarma). Pemeriksaan ini terkait dengan kasus gagal ginjal akut terhadap anak.

"Pemeriksaan tambahan terhadap karyawan PT AF dan pengecekan barang bukti yang telah diamankan atau yang sudah di police-line," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (24/11).

Selain itu, pihaknya juga kembali melakukan pengecekan terhadap drum bekas yang diduga merupakan bahan campuran obat.

"Kemudian yang kedua melakukan penambahan barang bukti obat jadi di gudang distributor, kemudian melakukan pengecekan terhadap drum bekas yang diduga merupakan bahan campuran obat yang di produksi oleh PT AF yaitu TG," ujarnya.

"Yang keempat melaksanakan BAP terhadap distributor supplier bahan baku yaitu PT MAK di Bareskrim Polri terkait dokumen penjualan ke PT AF," sambungnya.

Tak hanya itu,barang bukti yang disita dari PT Afifarma dengan nomor batch bahan TG yang diuji Puslabfor Polri menunjukkan hasil diatas ambang batas maksimal.

"Kemudian yang kelima melakukan pencarian terhadap pemilik perusahaan CV SC," ucapnya.

"Kemudian perlu disampaikan juga bahwa berdasarkan hasil analisa penyidik bahwa adanya kesesuaianbarang bukti yang disita dari PT AF yaitu nomor batch bahan TG yang diuji Puslabfor Polri menunjukkan hasil di atas ambang batas maksimal," tutupnya.

Naik Penyidikan

Sebelumnya, Polisi mengebut pengusutan perkara kasus gagal ginjal akut diduga melibatkan perusahaan farmasi PT Afi Farma Pharmaceutical Industries (Afifarma). Pengusutan dilakukan polisi setelah menaikkan status penyelidikan perkara gagal ginjal akut menjadi penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dilakukan hari ini.

"Terkait dengan penanganan kasus gagal ginjal akut anak, hari ini Bareskrim Polri telah gelar perkara dalam rangka meningkatkan status penyelidikan jadi penyidikan terhadap temuan produk obat PT AF," kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (1/11).

Nurul menjelaskan, penyidikan dilakukan Bareskrim Polri dengan mengamankan barang bukti dan memeriksa PT Afi Farma serta pemasok bahan baku obat sirop. Kemudian meminta klarifikasi BPOM terkait izin edar produsen obat.

"Tindak lanjutnya membuat mindik serta pengamanan barang bukti. Selanjutnya melakukan riksa dan cek terhadap produsen obat PT AF dan supplier bahan baku," kata Nurul. [ded]