Kasus GKI Yasmin Akan Dibawa ke Pengadilan HAM Internasional

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua GP Ansor Nusron Wahid mengatakan, kasus GKI Yasmin hanya satu dari sekian bukti bahwa Pancasila hanya bisa dijargonkan oleh para pemimpin, tanpa diimplementasikan.

"Sungguh ironi para pemimpin yang tidak punya sikap Pancasilais. Bahkan, Polri malah mengabaikan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata Nusron menanggapi kasus GKI Yasmin Bogor, Sabtu (1/10/2011).

Nusron bersama Ara berencana akan membawa kasus ini sampai ke Pengadilan internasional. Karena sampai sekarang, Walikota Bogor, tak juga mau melaksanakan keputusan Mahkamah Agung (MA).

Kasus ini menjadi polemik beberapa waktu lalu lantaran pembangunan GKI Yasmin di Jala Abdullah Bin Nuh, terhambat karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dibekukan oleh Walikota Bogor Diani Budiarto. Meski Mahkamah Agung sudah memutuskan pencabutan pembekuan IMB itu, namun walikota belum juga melaksanakannya.

"Selain mengirim surat kita juga sedang merencanakan membawa kasus ini ke pengadilan HAM internasional. Kita juga akan bawa kepada pimpinan DPR untuk berkirim surat kepada Presiden SBY atas hal ini," imbuhnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.