Kasus Hambalang, Menteri Andi Siap Tanggung Jawab  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menyatakan siap bertanggung jawab jika nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan menemukan penyimpangan dalam proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang, Sentul. "Kalau ada hal-hal menyimpang, tentu saja harus bertanggung jawab," ujarnya di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu, 30 Mei 2012.

Andi berjanji kooperatif membantu audit investigasi yang dilakukan BPK dan proses penyelidikan KPK terhadap proyek Hambalang. "Apa pun hasilnya, saya dan seluruh jajaran Kemenpora siap membantu agar seluruh proses itu jelas dan tuntas," kata politikus Partai Demokrat itu.

KPK hingga kini masih menyelidiki proyek Hambalang senilai Rp 1,2 triliun. Sejumlah pihak sudah menjalani pemeriksaan, di antaranya anggota Komisi Politik DPR dari Fraksi Demokrat, Ignatius Mulyono. Menurut Ignatius, ia pernah diminta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk memuluskan pengurusan sertifikat Hambalang. Alasannya, Ignatius diketahui dekat dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto.

Selain Ignatius, KPK juga sudah memeriksa Joyo Winoto, istri Anas yang pernah menjabat Komisaris PT Dutasari Citralaras--perusahaan subkontraktor Hambalang--Athiyyah Laila, Direktur Utama PT Dutasari Mahfud Suroso, Andi Malarangeng, bekas Sekretaris Menpora Wafid Muharam, dan pihak PT Adhi Karya, kontraktor proyek Hambalang.

Bekas Menpora Adhyaksa Dault beberapa waktu lalu mengatakan, pada era kepemimpinannya, proyek Hambalang disepakati untuk dihentikan. Selain karena letak Hambalang ada di lingkaran gunung berapi, sertifikat lahannya juga masih jadi sengketa. Karena itu, Adhyaksa merasa heran mengapa di era kepemimpinan Andi, sertifikat Hambalang bisa mudah diurus.

Di sisi lain Wafid menyebutkan, gagasan untuk mengembangkan proyek sekolah olahraga menjadi komplek olahraga di Hambalang dicetuskan oleh Andi. "Istilahnya, ya, menambahkan nilai Hambalang, bukan hanya sekolah. Jadi itu idenya Pak Menteri," ujarnya kemarin.

Andi sendiri tak mau menjawab pertanyaan apakah ide perluasan fungsi komplek olahraga Hambalang muncul darinya. Namun ia mengklaim wacana membuat sarana olahraga sudah muncul sejak 2004, saat Direktorat Jenderal Pemuda dan Olahraga masih tergabung dalam Kementerian Pendidikan Nasional.

"Pemikiran itu sejalan dengan tuntutan berkompetisi sehingga perlu ada sarana pelatihan. Memang untuk sekolah olahraga, Indonesia hanya punya satu yang di Ragunan. Sedangkan di negara lain, seperti Thailand, ada 26 sekolah olahraga. Itu alasan perlunya membangun sarana yang tidak hanya sekolah, tapi juga pusat pelatihan olahraga yang terdiri dari beberapa venue," ujarnya.

ISMA SAVITRI

Berita terkait

Ternyata Proyek Hambalang Punya 3 Macam Maket

Wafid: Proyek Hambalang Sempat Dihentikan 

Kenapa Anggaran Proyek Hambalang Rp 1,2 Triliun?

Perluasan Proyek Hambalang Disebut Ide Menpora

Bangunan di Proyek Hambalang Awalnya Tak Berizin

Adhi Karya dan Wika Diminta Bertanggung Jawab

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.