Kasus Investasi Bodong dengan Kerugian Rp4 Miliar, Istri Polisi di Maros Ditangkap

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Turikale, Maros, mengamankan seorang perempuan berinisial TS (22). Istri polisi ini ditangkap karena diduga melakukan penipuan dengan modus investasi bodong.

Kapolsek Turikale Komisaris Polisi (Kompol) Ridwan Saenong mengatakan, pihaknya telah mengamankan TS. Perempuan itu dilaporkan seorang membernya berinisial AT (26) yang merasa dirugikan.

"TS ini sudah mengakui melakukan investasi bodong. Cara modusnya membuat status di Instagram dan menawarkan produk senilai Rp1 juta (dengan iming-iming) kembali Rp1,250 juta per minggu. Jadi setiap pekan dapat Rp250 ribu," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (26/4).

Kerugian Rp4 Miliar

Ridwan menjelaskan TS juga membuat surat perjanjian dengan AT jika tidak membayar kepada member, siap dituntut Pasal 378 KUHP dengan meterai Rp10 ribu. Ia mengaku selain AT yang menjadi korban, juga ada setidaknya 179 orang tercatat menjadi member.

"Kalau pelapor ini mengaku mengalami kerugian Rp29 juta. Tapi, karena membernya ini ada ratusan, setidaknya dia mencatat Rp4 miliar," ujarnya.

Ridwan mengungkapkan korban ikut dalam investasi bodong tersebut sejak Oktober 2021. Pihaknya juga sudah memeriksa 15 orang korban, termasuk pelapor.

"Sudah 15 korban diperiksa, termasuk pelapor. Terlapor ini melakukannya sendiri alias tunggal," katanya.

Terancam 4 Tahun Penjara

Sementara terkait status TS sebagai istri polisi, Ridwan membenarkan. Hanya, identitas yang dipakai untuk berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai pelajar atau mahasiswa.

"Berdasarkan KTP-nya pelajar/mahasiswa. Penyidik kan berdasarkan KTP identitas, tapi memang dia istri Bhayangkari," ungkapnya.

Ridwan menambahkan TS dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ia mengungkapkan ancaman hukuman 4 tahun penjara. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel