Kasus kebakaran di Jakarta Timur pada 2021 turun 5,2 persen

·Bacaan 1 menit

Kasus kebakaran di Jakarta Timur pada 2021 sebanyak 331 kejadian atau turun 5,2 persen dibanding 2020 sebanyak 349 kejadian.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, di Jakarta, Jumat menyebutkan, kecamatan yang paling banyak kasus kebakaran terdapat di Cakung.

"Untuk Kecamatan dengan jumlah kasus kebakaran paling banyak pada 2021 itu Cakung, tercatat 63 kasus. Kedua Kecamatan Duren Sawit dengan 47 kasus," ujar Gatot.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan bahwa korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran terbanyak di wilayah Jakarta Timur.

Ia menyebut, tercatat ada 193 kasus kebakaran akibat korsleting listrik pada 2021. Meski demikian, jumlah itu menurun dibanding 2020 dengan 218 kasus.

Sementara itu, Gatot mengatakan penyebab kebakaran nomor dua pada 2021, yakni gas dengan jumlah 36 kasus. Jumlah itu meningkat drastis karena pada 2020 tercatat nol kasus kebakaran akibat gas.

"Untuk total kerugian materil akibat kebakaran pada 2021 juga menurun, sebanyak Rp17.652.250.000. Sementara pada 2020 kerugian materil akibat kebakaran Rp40.413.600.000," tutur Gatot.

Baca juga: Pemkot Jakbar tangani 322 kasus kebakaran pada 2021
Baca juga: Arus pendek di kipas angin sebabkan 14 rumah terbakar di Cengkareng

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel