Kasus Kekerasan Akibat Senjata Api di AS Meningkat Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Minnesota - Tingkat kekerasan akibat senjata api di Amerika Serikat melonjak 30 persen selama tahun pertama pandemi COVID-19. Dari laporan The Conversation, sebanyak 51.063 insiden kekerasan senjata yang mengakibatkan cedera atau kematian dilaporkan di Amerika Serikat dalam 13 bulan pertama pandemi.

Dikutip dari laman Xinhua, Jumat (19/11/2021) angka itu naik besar dari 38.919 dalam rentang waktu yang sama sebelum pandemi COVID-19.

Penjualan senjata di Amerika Serikat juga tumbuh di awal pandemi, dengan lebih dari 20 persen pembelian dilakukan oleh pembeli pertama.

"Peningkatan tajam dalam pembelian senjata api ini menimbulkan kekhawatiran serius, karena kombinasi peningkatan stres, gangguan sosial, dan isolasi selama pandemi menciptakan 'badai kondisi' yang dapat berkontribusi pada peningkatan kekerasan senjata," ungkap laporan itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tingkat Kekerasan Ada di 56 Persen Negara Bagian AS

Pawai Oranye mengenang korban kekerasan senjata api di Amerika Serikat. (AP)
Pawai Oranye mengenang korban kekerasan senjata api di Amerika Serikat. (AP)

Laporan tersebut juga menemukan bahwa tingkat kekerasan senjata di 28 negara bagian, atau 56 persen dari semua negara bagian di seluruh Amerika Serikat melonjak secara signifikan.

Dimana, negara bagian Minnesota mencatat peningkatan tertinggi sebesar 120 persen.

"Lonjakan kekerasan senjata di era COVID-19 datang sebagai pengingat nyata bahwa sumber daya kesehatan masyarakat yang lebih besar diperlukan untuk mengatasi dan mencegah kekerasan senjata, bahkan ketika kami terus bekerja untuk mengurangi pandemi," kata laporan itu.

infografis aturan kepemilikan senjata api

aturan kepemilikan senjata api (liputan6.com/deisy)
aturan kepemilikan senjata api (liputan6.com/deisy)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel