Kasus Kematian Covid-19 Ibu Hamil dan Anak Meningkat di Sulut

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi vaksinasi. Photo by CDC on Unsplash

Liputan6.com, Manado - Hal mengejutkan disampaikan Satgas Covid-19 Provinsi Sulut. Jika sebelumnya kasus kematian akibat Covid-19 lebih banyak menimpa kelompok lanjut usia atau lansia, kali ini menyasar usia anak dan ibu hamil.

"Sepanjang pandemi Covid-19, data angka kematian akibat penyakit ini menunjukkan kelompok lansia merupakan golongan umur yang paling terdampak," ujar Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, Steaven Dandel, Kamis (19/8/2021).

Dandel mengungkapkan, pada perkembangan situasi terkini menunjukkan adanya peningkatan angka kematian pada kelompok usia anak dan juga kelompok ibu hamil dan bersalin. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk segera memberikan vaksinasi Covid-19 ibu hamil.

"Vaksinasi ini dengan vaksin Pfizer dan Moderna serta Sinovac, sesuai dengan ketersediaan logistik vaksin di daerah," kata Dandel.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil

Pada Kamis (19/8/2021), telah dilaksanakan pencanangan vaksinasi Covid-19 kepada ibu hamil secara nasional yang diikuti secara virtual oleh 8 provinsi termasuk di antaranya Sulut.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Ketua TP-PKK serta sejumlah pejabat lainnya mengikuti pencanangan vaksinasi untuk ibu hamil yang dipusatkan di RSUD ODSK Manado.

"Jumlah ibu hamil yang dilayani dalam pencanangan tersebut adalah sebanyak 20 orang," kata Dandel.

Dia mengatakan, program vaksinasi bagi ibu hamil, serta menggiatkan lagi vaksinasi untuk anak umur 12-18 tahun merupakan upaya menekan penularan Covid-19 di Sulut, sekaligus menekan angka kematian dari dua kelompok ini selain lansia.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel