Kasus Kematian COVID-19 Melonjak di Malaysia, Lebih dari 100 per Hari

·Bacaan 2 menit

VIVA – Otoritas Kesehatan Malaysia telah menyatakan kekhawatiran atas naiknya jumlah kasus kematian COVID-19 dan kasus penularan di kalangan anak-anak. Malaysia melaporkan 103 kematian baru COVID-19 pada Kamis 3 Juni 2021, menandai hari kedua berturut-turut dengan jumlah lebih dari 100 kematian.

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat 4 Juni 2021, jumlah total kematian COVID-19 di Malaysia kini menjadi 3.096, kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah. Malaysia mencatat rekor 126 kematian pada Rabu.

Sebanyak tiga kematian anak di bawah lima tahun terkait COVID-19 dalam lima bulan terakhir. Total ada 27 anak, termasuk 19 di bawah umur 15 tahun, dirawat secara intensif antara Januari sampai Mei.

Malaysia bergulat dengan lonjakan infeksi, dan memasuki penguncian total minggu ini dalam upaya untuk mengekang wabah.

Menteri Kesehatan, Adham Baba, mengatakan sebuah studi yang dilakukan oleh sebuah universitas Amerika telah memproyeksikan bahwa angka kematian COVID-19 Malaysia dapat mencapai 26.000 pada September.

"(Proyeksi) bukan sesuatu yang mustahil," katanya kepada wartawan saat konferensi pers di Rumah Sakit Kanselor Tuanku Muhriz Universiti Kebangsaan Malaysia, Kamis.

Anggota Dewan Ilmu Pengetahuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Adeeba Kamarulzaman, mengatakan bahwa proyeksi didasarkan pada kurva saat ini.

Dia mengatakan penelitian, yang dilakukan oleh Institut Evaluasi dan Metrik Kesehatan Universitas Washington, juga memproyeksikan bahwa tingkat kematian harian Malaysia dapat mencapai 200 kasus menjelang akhir Agustus.

Dalam konferensi pers, Adham mengatakan bahwa 60 persen kasus COVID-19 di negara itu terkait dengan pergerakan orang, dan 40 persen terkait klaster.

“Virus itu mengikuti orang. Kalau orang pindah, virusnya juga pindah,” ujarnya.

Adham juga mengatakan bahwa aktivitas selama bulan Ramadhan, kurir, serta aktivitas di berbagai sektor menjadi salah satu penyebab klaster komunitas di Malaysia.

Adham mengklaim kebijakan lockdown total selama dua minggu yang diberlakukan Malaysia pada 1 Juni lalu telah menunjukkan tanda-tanda positif dalam perang melawan pandemi.

Perang melawan pandemi dapat dimenangkan, tambahnya, asalkan semua sektor memainkan perannya untuk meredakan tekanan pada sistem perawatan kesehatan nasional.

Malaysia pada Kamis mencatat 8.209 kasus baru, termasuk 65 infeksi impor. Total harian lebih tinggi dari 7.703 kasus yang dilaporkan pada hari Rabu, dan menjadikan kasus kumulatif Malaysia menjadi 595.374.

Saat ini ada 880 kasus di unit perawatan intensif, dengan 446 membutuhkan bantuan pernapasan.

Negara ini juga mencatat 7.049 kesembuhan baru, tertinggi sejak awal pandemi dan melampaui angka tertinggi sebelumnya di 5.718 pada 16 Februari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel