Kasus kematian karena COVID-19 di Sulut pada September lebihi Agustus

Dinas Kesehatan Sulawesi Utara mencatat hingga dasarian kedua September 2022, sebanyak 21 orang di provinsi tersebut meninggal karena terpapar COVID-19, melebihi kasus kematian selama Agustus 2022.

"Kira-kira 80-90 persen yang meninggal karena komorbid atau ada penyakit penyertanya," ujar Kepala Seksi Observasi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Daerah Sulut, Mery Pasorong di Manado, Kamis.

Kasus kematian yang terjadi pada September ini meningkat bila dibandingkan dengan akumulasi bulan Agustus yang hanya 10 kasus.

Warga yang meninggal tersebut paling ekstrem memiliki komorbid yaitu gagal ginjal dan kanker serta penyakit lainnya.

Baca juga: Akumulasi kasus COVID-19 di Sulut pada September lampaui Agustus

Baca juga: COVID-19 di Sulut naik empat kali lipat selama Agustus

"Penyakit komorbid ini ada bahkan menyerang usia muda hingga lanjut usia," kata Mery.

Selain itu dari kasus-kasus yang meninggal tersebut, beberapa di antaranya ada yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Kondisi ini memberikan pelajaran bagi kita untuk terus melakukan sosialisasi bagi kelompok berisiko yaitu bayi, lanjut usia hingga mereka yang memiliki komorbid," ujarnya.

Tiga kategori kelompok berisiko ini, menurut dia, dibuktikan dari kemunculan kasus baru setiap hari.

Dari data Satgas COVID-19, ada bayi dalam rentang usia 0-4 tahun yang terkonfirmasi positif COVID-10, begitu pula dengan kelompok pada rentang usia di atas 75 tahun.

"Kata kuncinya mereka harus dilindungi melalui vaksinasi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya..

Melakukan aktivitas di luar rumah bisa saja, akan tetapi memperhatikan prokes plus sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Hingga 22 September 2022, akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulut 52.822 orang, sembuh sebanyak 51. 187 orang, meninggal 1.201 orang dan dirawat 434 orang.

Baca juga: Satu kasus warga meninggal di Sulut belum divaksin COVID-19

Baca juga: COVID-19 naik signifikan, Satgas ajak warga Sulut segera divaksin