Kasus Kematian WNI di Arab Saudi Sangat Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus kematian WNI di Arab Saudi selama masa pandemi COVID-19 sangat tinggi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Joedha Nugraha, Dirjen PWNI dan BHI akibat beberapa hal.

"Pertama tentu karena angka kasus COVID-19 di Arab Saudi sangatlah tinggi, selain itu juga tentu karena konsentrasi WNI kita di Saudi merupakan yang tertinggi setelah Malaysia," ujar Joedha dalam press briefing di Kemlu RI, Kamis (13/1/2022).

Ia juga menambahkan bahwa kebanyakan WNI yang terpapar merupakan pekerja migran yang berprofesi sebagai sopir.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Upaya Pelindungan WNI

Umat muslim mengelilingi Kakbah mengenakan masker dan menjaga jarak untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona COVID-19 saat pelaksanaan umrah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (30/5/2021). (AP Photo/Amr Nabil)
Umat muslim mengelilingi Kakbah mengenakan masker dan menjaga jarak untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona COVID-19 saat pelaksanaan umrah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (30/5/2021). (AP Photo/Amr Nabil)

Terkait hal tersebut, pemerintah Indonesia memastikan bahwa WNI mendapat perlindungan maksimal, terutama bagi mereka yang terpapar COVID-19.

Para WNI yang positif COVID-19 akan mendapat akses perawatan kesehatan dan dibiayai oleh pemerintah Saudi.

Sementara itu sebagai upaya pencegahan, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah membagikan alat perlindungan diri seperti masker dan terus menggiatkan vaksinasi terhadap COVID-19.

Infografis Tips Pilih Masker Medis Asli dan Aman Cegah COVID-19:

Infografis Tips Pilih Masker Medis Asli dan Aman Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Tips Pilih Masker Medis Asli dan Aman Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel