Kasus Kepala Bayi Putus saat Persalinan di Riau, Orang Tua & Puskesmas Sepakat Damai

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejadian kepala bayi putus saat proses persalinan di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau berujung damai. Pihak Puskesmas Gajah Mada tempat si bayi dilahirkan telah meminta maaf.

Bahkan, tim medis juga menjelaskan kondisi bayi telah meninggal sebelum dilahirkan atau sejak dalam kandungan. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan tim audit.

"Klien kami dengan Puskesmas Gajah Mada sudah berdamai. Mereka sepakat tidak memperpanjang permasalahan tersebut," ujar pengacara Khaidir, Hendri Irawan, Jumat (2/9).

Menurut Hendri, perdamaian tersebut lantaran kedua belah pihak telah menemui titik kesepakatan. Pihak Pusksesmas, sebut dia, bertanggung jawab memberikan perawatan kepada ibu bayi, Nova Hidayati hingga sembuh.

"Dokter dan bidan akan memberikan perawatan dengan datang ke rumah kliennya selama masa nifas. Pihak Puskesmas juga memberikan kompensasi uang duka kepada klien kami," jelasnya.

Dia menyebutkan, tindakan yang dilakukan bidan semata-mata untuk menyelamatkan nyawa ibu bayi. Sebab, bayi sudah dalam kondisi meninggal dunia ketika tiba di Puskesmas.

"Tindakan yang dilakukan mereka untuk menyelamatkan nyawa Ibu Nova," kata dia.

Kepala bayi tersebut putus dari badan dalam proses persalinan. Saat itu, kaki dan bokong bayi sudah keluar terlebih dahulu dan mengalami hidrosefalus.

"Ibu Nova pernah kontrol, dokter juga mendiagnosa bayi itu memiliki penyakit bawaan yakni hidrosefalus," ucapnya.

Kronologi Kejadian

Kejadian tersebut dialami oleh pasangan Khaidir dan Nova Hidayati, Jumat (26/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Novi yang tengah hamil mengalami pecah ketuban dan dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setibanya, istri dari Khaidir disambut oleh para bidan dan membantu untuk melahirkan buah hati pasien. "Bokong bayi sudah dalam posisi keluar. Tapi, para bidan tidak merujuk pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan operasi caesar," kata Hendri.

Para bidan berusaha untuk mengeluarkan bayi dalam posisi sungsang. Tindakan tenaga medis di Puskesmas tersebut berujung maut. Nyawa bayi perempuan seketika melayang dengan kondisi kepala putus.

"Pertama bokongnya keluar, bidan mengorek-ngorek hingga keluar kaki dan tangan bayi. Tapi, bagian kepala tersangkut dan ditarik hingga kepala bayi putus," kata Hendri.

Kepala bayi malang itu pun masih di dalam rahim sang ibu. Sehingga, bidan merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada.

Dokter spesialis kandungan di RSUD kemudian melakukan USG atau ultrasonografi sebelum mengambil tindakan operasi caesar. Namun, kepala bayi telah keluar sebelum dilakukan operasi.

"Ibu Nova yang mengetahui hal tersebut mengejan terus menerus, hingga kepala bayi keluar," jelasnya.

Nova sebelum lahiran pernah melakukan USG untuk mengetahui kondisi bayi. Bahkan, dokter spesialis yang membuka praktik pribadi, juga menyarankan pasien untuk operasi caesar. [tin]