Kasus Korupsi Al-Quran, Ini Barang yang Disita KPK

TEMPO.CO , Jakarta: Selama enam jam penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah ruangan Zulkarnaen Djabar Jumat 29 Juni 2012. Sempat menunggu di lobi sementara waktu, akhirnya mereka keluar sekitar pukul 20.00. Apa saja barang yang dibawa dari ruang kerja anggota Komisi DPR bidang agama itu?

Para penyidik membawa dua buah central processing unit berwarna hitam dan sebuah komputer tablet Dell berwarna putih. Tak cuma computer, mereka membawa dua kardus besar berwarna coklat, sebuah kardus berukuran sedang, dan sebuah kardus kecil.

"Yang saya tahu ada sebagian dokumen bahan rapat yang dibawa," kata seorang pegawai Sekertaris Jenderal yang mendampingi penggeledahan itu Jumat 29 Juni 2012 malam.

Pegawai ini mengaku mendampingi belasan orang penggeledah itu. "Paling tidak ada dua tim yang ikut serta," kata dia. Dua tim KPK menggeledah ruangan Zulkarnaen Djabar di DPR.

Zulkarnaen Djabar, anggota Komisi Agama sekaligus anggota Badan Anggaran DPR ini baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Al-Quran oleh KPK. Ia mengaku kaget atas penetapan itu. "Selama ini saya biasa-biasa saja di komisi. Astaghfirulloh," katanya saat dikonfirmasi oleh Tempo, Kamis, 28 Juni 2012 malam. Itu merupakan kontak terakhirnya dengan para jurnalis.

SUBKHAN

Berita Terkait

Muqowwam: Untung Bukan Ayat Quran yang Dikorupsi 

KPK Geledah Kantor Zulkarnaen Djabar di Senayan

PPP Akan Pecat Kader yang Korupsi Proyek Al-Quran

Ketua Komisi Agama Mengaku Tak Tahu Kasus Al-Quran

KPK Bidik Tersangka Korupsi Pengadaan Al-Quran  

Dijadikan Tersangka Korupsi Al-Quran, Politisi Golkar Kaget

KPK Geledah Rumah Zulkarnaen Djabar

Budayawan Mohammad Sobary Geram Minimarket

Buron Korupsi Menangis Tiba di Kejaksaan Agung

Diusung Jadi Capres, Ical Diminta Selesaikan Lapindo

Alasan Golkar Percepat Pencalonan Ical untuk RI-1

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.