Kasus Korupsi Barang Sitaan Satpol PP Surabaya, Tersangka Berencana Laporkan Atasan

Merdeka.com - Merdeka.com - Tersangka dugaan korupsi penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya, Ferry Jocom, tak ingin sendirian terjerat kasus itu. Mantan Kabid Pengendalian, Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya itu berencana melaporkan sejumlah orang, termasuk atasan yang memberinya perintah.

Rencana pelaporan terhadap sejumlah orang terkait kasus penjualan barang sitaan ini disampaikan pengacara Ferry, Abdurrahman Saleh. Laporan akan disampaikan ke Kejaksaan, Senin (1/8) pekan depan.

"Ada pihak-pihak lain yang belum tersentuh (oleh hukum) dan ada bukti hukumnya juga, sudah kita kumpulkan," tegas Abdurrahman saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (29/7).

Menurutnya, masih ada dalang lain yang turut serta atau menjadi bagian dari tindak pidana yang selama ini disangkakan pada kliennya. "Ada pihak yang terlibat langsung dalam perkara ini tapi belum tersentuh. Ada nama-namanya, foto-foto orangnya, tanda terimanya dan lain-lain," tegasnya.

Bertindak Sesuai Perintah

Abdurrahman menambahkan, salah satu pihak yang dilaporkan adalah pihak yang memberikan perintah pada kliennya untuk melakukan tindak pidana yang kini disangkakan. Ia meyakini beberapa pihak yang hendak dilaporkan ini layak untuk dijadikan tersangka lebih dulu dari pada kliennya.

"Pak Feri melakukan tindakan seperti itu kan ada perintah. Kalau tidak ada perintah kan tidak mungkin melakukan hal itu," tegasnya.

Saat ditanya jumlah pihak yang akan dilaporkan, Abdurrahman menyebut minimal ada enam orang yang akan dilaporkannya. Empat disebutnya terlibat langsung dalam perkara itu dan dua orang lainnya dianggap sebagai pihak yang turut serta atau terkait.

"Peristiwa pidana kan tidak serta merta to. Ada sekitar enam lah, yang terlibat langsung empat dan yang dua ini yang terkait (turut serta). Ada pelaku utama, ada yang turut serta. Pak Feri ini bukan pelaku utama, karena dia tidak menikmati apa pun. Ada pelaku utama yang menikmati," tambahnya.

Pegang Bukti Setoran Rp300 Juta

Pihak Ferry juga mengaku telah mengantongi bukti penyetoran uang hasil penjualan barang sitaan itu kepada seseorang. Uang yang disetorkan sebesar Rp300 juta.

"Pak Ferry itu sudah menyerahkan Rp300 juta. Ada kuitansinya, diserahkan pada siapa? nanti kita sampaikan hari Senin, ada fotonya, ada kuitansinya, tapi kenapa ini tidak tersentuh, gampang kan. Nanti kita sampaikan lagi lengkapnya hari Senin," tegas Abdurrahman.

Diketahui, penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya menetapkan salah seorang Ferry Jocom sebagai tersangka korupsi. Dia diduga telah menjual barang bukti (BB) hasil sitaan senilai Rp500 juta.

Dalam perkara ini, tersangka pun dijerat dengan Pasal 10 huruf a, Pasal 10 huruf b Jo. Pasal 15 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel