Kasus Korupsi Beasiswa di Aceh, Tiga Perantara Jadi Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh kembali menetapkan tiga orang tersangka kasus korupsi dana beasiswa Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh pada tahun 2017. Total sudah sepuluh tersangka ditetapkan dalam kasus ini.

Ketiga tersangka berperan sebagai koordinator lapangan (korlap) berinisial SH, SL, dan MRF. Mereka dijadikan tersangka setelah Polda Aceh melakukan gelar perkara.

SH, SL dan MRF diduga merupakan perantara dengan mantan dan anggota DPR Aceh terkait beasiswa itu. "Benar, kita sudah gelar kasus korupsi beasiswa. Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya, Kamis (27/10).

Rugikan Negara Rp10 Miliar

Sebelumnya, penyidik juga sudah menetapkan tujuh orang tersangka terkait korupsi dana beasiswa ini, mereka pegawai BPSDM dan dua orang korlap. Masing-masing tersangka yaitu SYR selaku Pengguna Anggaran (PA), FZ dan RSL selaku Kuasa Pengguna Anggaran(KPA), FY sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan(PPTK), serta SM, RDJ dan RK masing-masing sebagai koordinator lapangan.

Dugaan korupsi beasiswa tersebut terjadi pada tahun anggaran 2017. Beasiswa ini adalah program aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), disalurkan via BPSDM Aceh.

Pengusutan kasus itu dimulai pada 2019 lalu. Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh ditemukan kerugian negara senilai Rp10 miliar. [yan]