Kasus Korupsi Pembangunan Pasar, Pejabat Disperindag Kota Tangerang Ditahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menahan empat tersangka korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk. Seorang di antaranya merupakan pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang, sedangkan tiga lainnya dari pihak swasta.

Kepala Kejari Kota Tangerang Erich Folanda menerangkan keempat orang tersangka itu, memiliki peran dan tanggung jawab berbeda dalam pembangunan proyek pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk pada tahun 2017 lalu.

"Masing-masing berinisial OSS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau setara Kepala Bidang pada Dinas Perindag Kota Tangerang, AR selaku Site Manager PT Nisara Karya Nusantara, dan DI selaku Penerima Kuasa dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara," terang Erich, Selasa (10/5).

Penyidik Pegang Bukti Kuat

Dia menegaskan, keempat orang tersangka itu ditetapkan dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan tim Kejari Kota Tangerang. Penyidik telah memegang alat bukti yang kuat terkait kasus ini.

"Pada hari ini kita sudah tetapkan tersangka dan langsung melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print 01/N.6.11/FB.1/11 tahun 2021 kemudian Juncto Nomor Print 01.A/M.6.11/FB.1/12 tahun 2021, kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Nomor Print 01.E/M.6.11/FB.1/04 tahun 2021 tanggal 13 April 2022 bahwa tim penyidik Kejari Kota Tangerang dengan didukung BB yang kuat dan cukup dua alat bukti yang cukup," jelas dia.

Penahanan terhadap keempat orang tersangka dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan yaitu alasan subjektif sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) KUHP, dengan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti, atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

"Kemudian, alasan kedua, alasan objektif sesuai dengan Pasal 21 ayat (4) huruf A KUHP," ucap Erich.

Diduga Rugikan Negara Rp640 Juta

Dia menyebut, dalam aksinya keempat tersangka mengakali dengan cara mengurangi dan menambah spesifikasi dan item pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya yang menelan APBD Kota Tangerang senilai Rp5.063.579.000.

"Ditemukan bahwa secara kuantitas bangunan tersebut tidak sesuai spesifikasi dan didapati banyak item yang tidak terpasang sesuai kontrak, sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp640.673.987," papar Erich.

Akibat perbuatannya, masing-masing tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Setelah menjalani pemeriksaan, keempat tersangka digelandang ke dalam mobil tahanan. Mereka kemudian dibawa ke Rutan Kelas IB Pandeglang untuk ditahan setidaknya selama 20 hari ke depan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel