Kasus Kuburan Bansos, Kemensos Tak Tahu Bulog Kerja Sama dengan PT DNR dan JNE

Merdeka.com - Merdeka.com - Keterlibatan PT DNR dan PT JNE dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) Presiden Jokowi tahun 2020 ternyata tanpa sepengetahuan Kementerian Sosial (Kemensos). Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan Korban Bencana Sosial Kemensos, Mira Riyanti kepada penyidik saat diperiksa di Polres Metro Depok, Senin (1/8).

Mira menerangkan, pendistribusian bantuan sosial (Bansos) diserahkan Kemensos ke Bulog. "Yang bersangkutan menerangkan pada intinya Kemensos bekerja sama dengan Bulog dalam rangka penyaluran Bansos berupa beras dari pemerintah. Kemudian Kemensos, menurut keterangan yang bersangkutan, tidak mengetahui terkait kerja sama Bulog dengan vendor yaitu PT DNR, apalagi dengan PT JNE," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam konferensi pers, Senin (1/8).

Zulpan menerangkan, penyidik Polres Metro Depok masih mempelajari pernyataan perwakilan pihak JNE maupun perwakilan dari Kementerian Sosial. "Apakah betul yang disampaikan sesuai dengan apa yang di lapangan," ujar dia.

Pemeriksaan Berlanjut Besok

Proses pemeriksaan saksi masih berlangsung. Rencananya, beberapa pihak terkait termasuk dari Bulog, Kementerian Sosial, dan PT JNE akan kembali menjalani pemeriksaan di Polres Metro Depok pada Selasa (2/8).

"Mereka janjikan akan membawa data besok, sehingga kami mengetahui kebenaran apa yang disampaikan dalam pemeriksaan hari ini," ujar dia.

Zulpan juga menyinggung pernyataan perwakilan dari PT JNE, Samsul Jamaludin perihal klaim bahwa bantuan yang ditimbun dinilai tak layak distribusikan. Menurut dia, perlu ada data pendukung untuk memvalidasi keterangan itu. Pihak PT JNE berjanji akan memberikannya pada pemeriksaan lanjutan.

"Besok akan panggil semua, dalam BAP hari ini saudara Samsul Jamaludin tidak bisa terangkan jumlah pasti yang rusak kemudian yang jadi pertanyaan masyarakat dan kita semua kenapa dilakukan penimbunan beras itu. Ini masih di dalami," tandas dia.

Tim Khusus

Untuk menyelidiki kasus kuburan bansos ini, Polda Metro membentuk tim khusus. "Kapolda percayakan ke Polres Metro Depok dibantu Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," kata Zulpan saat konferensi pers, Senin (1/8).

Tim akan menyinkronkan keterangan saksi. Salah satunya berkenaan dengan pernyataan yang disampaikan perwakilan dari pihak JNE atas nama Samsul Jamaludin bahwa penimbunan beras sudah sesuai dengan mekanisme.

"Itu nanti akan dibuktikan, dia bilang beras rusak sudah ganti. Kemudian disampaikan ke masyarakat mana data masyarakat yang mereka ganti. Kita akan tanya masyarakat betul nggak menerima. Kemudian kalau menerima, apakah kualitasnya sama dengan yang diberikan pemerintah, karena jumlahnya ratusan ribu ton jika dibayangkan berapa penerimanya," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel