Kasus Laporan Keuangan, Enam ASN Dinas PUTR Sulsel Diperiksa KPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sebuah koper, satu boks dan tiga kardus yang diduga berisi dokumen di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain melakukan penggeledahan, penyidik KPK ternyata juga memeriksa enam pejabat Dinas PUTR Sulsel.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap enam pegawai Dinas PUTR Sulsel. Ali mengaku pemeriksaan terhadap enam pegawai tersebut dilakukan di Mapolda Sulsel.

"Iya ada enam diperiksa di Polda Sulsel. Enam orang diperiksa Sahrudin Laida, Christian Sanpebua, Surya, Khadafi, Lilik dan Lukman Malik," kata Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/7).

Dari enam pegawai Dinas PUTR Sulsel, tiga orang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Tiga orang tersebut yakni Surya PPTK proyek Preservasi Jalan Ruang Ujung Lamuru-Palattae-Bojo.

"Khadafi PPK Pembangunan Pelataran Kawasan Kuliner Centre Point Of Indonesia (CPI), dan Lilik PPTK Pembangunan Pelataran Kawasan Kuliner CPI," kata dia.

Ali Fikri menjelaskan KPK melakukan pengembangan kasus suap dan gratifikasi yang pernah menjerat mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat. KPK akan mengumumkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, uraian dugaan perbuatan pidana dan pasal-pasal yang disangkakan ketika penyidikan perkara ini telah cukup yang dilanjutkan dengan upaya paksa penangkapan dan penahanan.

"Pengumpulan alat bukti saat ini masih berjalan di antaranya dengan melakukan upaya paksa penggeledahan dan penyitaan disertai dengan pemanggilan berbagai pihak sebagai saksi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menggeledah kantor Dinas PUTR Sulsel selama delapan jam. Dari hasil penggeledahan tersebut KPK membawa satu buah koper, tiga kardus, dan sebuah boks.

Seorang penyidik KPK yang enggan disebutkan namanya mengatakan penggeledahan dilakukan pihaknya di Kantor Dinas PUTR Sulsel terkait pembuktian kasus yang pernah menjerat mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Meski demikian penyidik KPK tersebut enggan mengungkapkan penggeledahan apakah terkait kasus baru apa tidak.

"Terkait dengan pembuktian kasus. Nanti ada konferensi persnya sama jubir ya," ujarnya singkat kepada wartawan, Kamis (21/7).

Pantauan merdeka.com, dalam penggeledahan tersebut terlihat tiga penyidik KPK. Penggeledahan dikawal pihak kepolisian dengan senjata lengkap.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sulsel, Astina Abbas membenarkan adanya penyidik KPK yang datang ke kantornya. Meski demikian, ia tidak mengetahui secara pasti apa yang dicari penyidik KPK karena sedang tidak berada di kantor.

"Bukan penggeledahan. Menurut info, ini pengembangan dari kasus sebelumnya," ucapnya singkat melalui telepon. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel