Kasus Luthfi Hasan Ishaaq hancurkan PKS di 2014

MERDEKA.COM,

Pukulan berat tengah dihadapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jelang Pemilu 2014, partai dakwah itu justru dihantam kasus dugaan korupsi yang menyeret kadernya.

Tak tanggung-tanggung, elite PKS yang diduga menerima suap adalah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Orang nomor satu di PKS itu ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap impor sapi.

Hal ini tentu mencoreng citra PKS. Semakin dekatnya waktu pelaksanaan pemilu tentu membuat elite partai itu semakin pusing. Salah satu hal yang dilakukan PKS untuk menyelamatkan citra adalah dengan pengunduran diri Luthfi Hasan Ishaaq dari posisi presiden PKS.

Pengunduran diri itu langsung disampaikan Luthfi dalam jumpa pers di gedung KPK, Kamis (31/1). Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto menilai, kesempatan PKS untuk bisa memenangkan Pemilu 2014 amat berat. PKS bahkan terancam tak masuk ke dalam lima besar partai dengan perolehan suara terbanyak.

"Karena ini menyangkut citra PKS. Kasus itu pasti akan mempengaruhi persepsi publik kepada PKS," kata Gun Gun kepada merdeka.com, Kamis malam.

Menurutnya, untuk memperbaiki citranya di mata publik, marketing politik PKS harus bekerja ekstra keras. Selain itu kesolidan di internal partai juga harus dijaga. Sebab, jika terjadi konflik internal pasca-mundurnya Luthfi akan semakin membuat PKS tenggelam.

"Dalam waktu singkat dia harus membangun citranya kembali. PKS harus realistis, dan harus bangun political image, dia harus merangkak lagi dari awal," katanya.

Dia mengatakan, kasus yang menimpa Luthfi Hasan Ishaaq berbeda dengan kasus lainnya. Sebab, dalam kasus ini yang menjadi tersangka adalah presiden partai. Hal ini jelas sangat berpengaruh kepada partai, karena presiden partai adalah maskot partai.

Hal ini jauh berbeda dengan yang terjadi di Partai Demokrat. Meski sejumlah kader Demokrat jadi tersangka KPK, kader tersebut bukanlah ketua umum. "Kalau Anas (Urbaningrum) kan selama ini hanya bolak balik dipanggil KPK tapi nggak jadi tersangka," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses hukum yang akan dijalani oleh Luthfi tentu akan membawa dampak kepada PKS. Dampak tersebut tidak akan selesai dalam waktu dekat. Sebab, proses hukum tidak selesai dalam waktu singkat.

"Dia kan harus menjalani pemeriksaan, lalu sidang, sidang saja berkali-kali lamanya. Publik otomatis akan terus menerus diingatkan dengan kasus itu karena media menyorot," katanya.

"Kasus ini menjadi krusial bagi PKS dan mengganggu kerja politik PKS," tegasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.