Kasus Luthfi, KPK periksa putra ketua Majelis Syuro PKS

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus yang menyeret mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Kali ini giliran putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Ridwan Hakim, dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di KPK hari ini.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LHI," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Jumat (15/2).

Ridwan merupakan putra keempat Hilmi. KPK juga telah melakukan pencegahan kepada Ridwan untuk bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan. Namun, Ridwan diketahui telah terbang ke Turki sebelum dicegah.

Pantauan merdeka.com, hingga pukul 9.55 WIB, Ridwan Hakim belum tampak di gedung komisi antikorupsi itu. Selain memanggil Hilmi, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rantala Skayo, Denni P Adiningrat, IR Thomas Sembiring dan Felix. Mereka berasal dari pihak swasta.

KPK juga memeriksa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi sebagai tersangka. KPK telah mencegah 8 orang dalam kasus ini, yakni Komisaris PT Indoguna Utama Soraya Kusuma Effendi, Direktur Utama Indoguna Maria Elizabet Liman dan Denni P Adiningrat, Ahmad Zaky, Rudy Susanto, Ridwan Hakim dan Jerry Roger, Ketua Asosiasi Pembenihan Indonesia Elda Devianne Adiningrat.

Kasus ini terungkap dari hasil tangkap tangan KPK terhadap 4 orang. Keempat orang yang ditangkap tangan yakni 2 Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, Ahmad Fatahanah orang terdekat Luthfi dan seorang mahasiswi bernama Maharany.

Kemudian, dalam hasil pemeriksaan terbukti uang suap yang ditemukan sebanyak Rp 1 miliar itu untuk mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Uang suap itu digunakan untuk pengurusan kuota impor daging di Kementan RI.

Mentan Suswono disebut-sebut terlibat dalam pengurusan kuota ini. Namun hal itu telah dibantah olehnya. Mentan Suswono sendiri akan diperiksa Senin depan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.