Kasus Luthfi, PKS: Ini Festivalsasi Karena Ingin Menyerang PKS

Liputan6.com, Jakarta : Kasus dugaan suap yang melilit mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq merupakan kasus retorika hukum berbentuk festival yang digelar KPK untuk menyerang PKS.

"Retorika seperti ini hentikanlah. Kalau mau jadi penegak hukum, yang benerlah. Harus jelas. Tertulis dan tidak boleh diinterpretasi macam-macam," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Dia menyatakan, sikap KPK yang melakukan penyerangan terhadap PKS dalam kasus Luthfi ini seakan hendak menyerang PKS.

"Ini festivalsasi, karena Anda (KPK) ingin menyerang PKS, bahwa PKS brengsek, kira-kira begitu. Jadi kan hot semua nih barang," ujarnya.

Dia mengimbau dalam penegakan hukum harus dengan kepala dingin, tangan, dan hati yang dingin. Jangan proses hukum kasus Luthfi ini difestivalkan, ramai-ramai, dan manggil perempuan dalam pusaran kasus impor daging sapi.

"Kalau membuat hukum untuk festival, ramai-ramai, manggil cewe ini-itu, dan bahkan besok kan ada lagi nama perempuan. Artis senior bekas narkoba, apa itu penegakan hukum" ucapnya.

Dia sendiri tidak tahu motif apa yang sengaja menyerang PKS. Namun yang pasti, menurutnya, cara seperti ini harus dilawan oleh PKS.

"Saya nggak tahu (ada ketakutan partai tertentu dengan PKS). Tapi cara kerja seperti ini tidak benar dan harus dilawan. Ini kan bikin ramainya yang kita nggak suka, festivalnya ini," imbuhnya.

Fahri membantah ada keterlibatan kasus Luthfi dengan PKS. Fahri menegaskan, kasus yang menimpa Luthfi supaya tidak dicampur dengan urusan PKS, termasuk dalam proses penyitaan mobil oleh KPK yang ada di Kantor PKS beberapa waktu lalu.

"Perlu dipisahkan, Kasus LHI pribadi dia. Harusnya kita dilarang bicara soal kasus hukumnya, karena kita ingin mempersonalisasikan kasusnya kepada Pak Luthfi. Dia harus tanggungjawab atas masalah hukumnya sendiri," terang anggota Komisi VII DPR itu.

Menurut Fahri,  PKS dalam hal ini tidak membela proses hukum Luthfi dan rekannya Ahmad Fathanah. Apalagi terkait proses penyitaan kendaraan mobil Luthfi yang dinilai tidak prosedural.

"Maka kami ambil sikap. Seolah-seolah kami membela Pak Luthfi dan Fathanah. Padahal ini tidak ada urusan, Anda (KPK) ganggu masuk ke rumah orang tanpa izin prosedur. Pak Luthfi dengan kasusnya sendiri, apalagi fathanah yang nggak ada urusan dengan partai," jelasnya.

"Ini bukan masalah PKS membela Pak Luthfi, tapi Anda masuk ke kantor orang nggak pake aturan. Apapunlah itu. Apa lagi KPK-kan negarawan, negarawan itu harus tertulis," cetus Fahri. (Frd)