Kasus Mafia Karantina, Polisi Perketat Jalur Kedatangan Internasional

Lis Yuliawati, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta melakukan pengetatan pada jalur kedatangan internasional. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan meloloskan penumpang dari luar negeri, dengan tidak menerapkan proses karantina.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra mengatakan, pengetatan itu berupa pendataan yang lebih detail soal penumpang yang tiba dan lokasi karantina.

"Sesuai dengan petunjuk dan perintah, kita tambah satu pengetatan berupa pendataan yang dilakukan oleh personel Bandara Soetta yang sebelumnya, setiap penumpang yang tiba usai melewati aturan pemeriksaan kesehatan dan imigrasi langsung diarahkan ke mobil," ujarnya, Kamis, 29 April 2021.

Dia melanjutkan, "Tapi kini, dari personel bandara akan melakukan pendataan, baik nama (penumpang), alamat, hotel, paspornya, kemudian petugas hotelnya termasuk kendaraan dan sopir yang akan membawa mereka."

Hingga setelah didata, baru nantinya penumpang akan diarahkan naik ke bus dan menuju hotel karantina yang telah ditentukan pemerintah. "Mereka akan lalui proses-proses tersebut sebelum nantinya menuju ke hotel," ujarya.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkap kasus mafia karantina di Bandara Soetta, Tangerang. Hal ini setelah lolosnya 7 WN India yang masuk ke Indonesia tanpa proses karantina.

Seharusnya, setiap penumpang dari luar negeri wajib melakukan karantina. Terlebih saat ini, pemerintah pun menutup gerbang kedatangan dari India lantaran kasus aktif COVID-19 di negara tersebut naik secara signifikan.