Kasus Mayat dalam Karung: Nonton Porno Bareng, 'Tawar' Kakak Pelaku, Dibuang ke Danau

Merdeka.com - Merdeka.com - T (35) dan YM (18), pelaku pembunuhan terhadap Suherlan, tetangganya sendiri warga Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, memeragakan sembilan adegan saat berada di Danau Gawir. Di lokasi itu pelaku membuang dan membenamkan korban ke dasar danau.

Dari pantauan di lokasi, memperlihatkan T dan YM, mengeluarkan karung berisi jasad Suherlan, dari mobil diduga milik korban. Selanjutnya, kedua pelaku menyeret karung berisi jasad korban hingga ke pinggiran danau bekas galian tanah dan membuang karung tersebut begitu saja.

Kanit 3 Resmob, Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Widi Irawan, menerangkan, kalau kedua pelaku T dan YM, memeragakan 9 adegan, saat akan membuang jasad korban yang tersimpan di dalam karung.

"Tadi 24 adegan, di sini di tempat pembuangan itu ada sekitar 9 adegan. Sisanya di rumah tadi," terang Kompol Widi Irawan, di Danau Gawir, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/6).

Dianiaya di Rumah

Widi menegaskan, dari 24 adegan yang diperagakan kedua tersangka, sejak melakukan penganiayaan hingga membuang korban ke dasar Danau. Aksi penganiayaan dilakukan keduanya di dalam rumah korban di Kampung Dukuh Pinang, Bojong Nangka, Tangerang.

"(adegan terbunuh) di rumah dari pada korban. Pada adegan ke 11," ungkap dia.

Polisi juga memperoleh fakta baru kalau pelaku YM, yang sebelumnya dikira hanya membantu T, membunuh korban Suherlan. Ternyata, juga melakukan penganiayaan terhadap Suherlan, dengan melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak dua kali.

"Itu pelaku yang kedua, yang kecil, ternyata melakukan pemukulan dua kali, saat berada di rumah korban pada adegan 11 atau 10," ucap dia.

Dia memastikan, tindak pidana pembunuhan yang dilakukan kedua pelaku didasari atas rasa sakit hati pelaku T, atas ucapan korban kepada dirinya.

"Sebenarnya sakit hati. Dari pertemuan mereka pada saat malam itu, setelah ngopi dan nonton video porno bersama, korban mengeluarkan ucapan yang membuat pelaku tersinggung. Pada saat itu juga, pelaku langsung mengambil kapak dan memukulkan ke arah pelipis kanan dan kiri termasuk juga ditusuk,” terang Widi.

Duduk Perkara

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengungkap motif dua pelaku membunuh korban. "Motif dari kasus ini adalah pelaku sakit hati dengan perkataan korban yang melecehkan kakak perempuan pelaku," tutur Zulpan.

Awalnya, kata Zulpan, dua pelaku berada di rumah korban menikmati kopi sambil menonton video porno bersama. Hingga kemudian korban menawar kakak perempuan pelaku untuk melakukan hubungan intim.

"Korban bicara ke pelaku SY dengan kalimat yang membuat pelaku tersinggung. Kalimat ini bisa disampaikan, korban meminta pelaku untuk kiranya menawarkan ke kakak pelaku, mau enggak Rp300 ribu dipakai pelaku," jelas dia.

Mendengar hal tersebut, pelaku naik pitam dan menghabisi nyawa korban meski sudah menegaskan sikapnya itu tidaklah serius dan hanya candaan. Usai membunuh korban, tersangka lantas menyembunyikan jasadnya dengan karung dan dibuang ke Danau Gawir. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel