Kasus Melonjak, India Kremasi Massal Jasad Korban COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus harian COVID-19 di India kembali mencatat rekor. Lebih dari 400 ribu orang di India terinfeksi virus Corona dalam 24 jam terakhir.

Kementerian Kesehatan India menyatakan, ada 401.993 kasus COVID-19 per 1 Mei 2021. Kasus baru tersebut menggenapi 19,1 juta orang India yang dinyatakan positif terinfeksi SARS-CoV-2, dikutip dari Channel News Asia.

Foto dari udara memperlihatkan proses pembakaran korban yang meninggal karena virus corona COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). Lonjakan kasus COVID-19 di India semakin memburuk. (Jewel SAMAD/AFP)
Foto dari udara memperlihatkan proses pembakaran korban yang meninggal karena virus corona COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). Lonjakan kasus COVID-19 di India semakin memburuk. (Jewel SAMAD/AFP)

Sementara, kasus meninggal karena COVID-19 di Hindustan mencapai 211.853, dengan tambahan 3.523 kasus meninggal baru. Jumlah tersebut menguatkan pemandangan mencekam di New Delhi, di mana ratusan jasad pasien COVID-19 berbalut kain menunggu giliran dikremasi.

Kerabat dan keluarga membawa jenazah korban virus corona untuk dikremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari ITU kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Kerabat dan keluarga membawa jenazah korban virus corona untuk dikremasi di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari ITU kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Sebuah krematorium di kota tersebut tak mampu lagi menampung banyaknya jenazah yang akan dikremasi sehingga harus memperluas area tampung ke tempat parkir yang berdekatan dengan lokasi kremasi.

Seorang staf meletakkan karangan bunga sebelum kremasi korban COVID-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari ITU kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)
Seorang staf meletakkan karangan bunga sebelum kremasi korban COVID-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari ITU kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Mengutip CNN, data dari tiga krematorium di ibu kota mengklaim bahwa hingga Senin pekan ini, New Delhi telah mengkremasi 631 jasad dan memakamkan 22 jenazah.

Jasad korban virus corona COVID-19 berbaris untuk dikremasi di tempat kremasi di New Delhi, India, Rabu (28/4/2021). Berdasarkan data Johns Hopkins University, Rabu (28/4/2021), kasus COVID-19 di India mencapai 17,6 juta. (Money SHARMA/AFP)
Jasad korban virus corona COVID-19 berbaris untuk dikremasi di tempat kremasi di New Delhi, India, Rabu (28/4/2021). Berdasarkan data Johns Hopkins University, Rabu (28/4/2021), kasus COVID-19 di India mencapai 17,6 juta. (Money SHARMA/AFP)

Seorang petugas krematorium, Sanjay, mengatakan tak mampu lagi menghitung jumlah pasti jasad yang telah dia kremasi. Sanjay bertutur, setiap hari, dia mulai mengkremasi sejak matahari terbit hingga lewat tengah malam.

Kerabat seseorang yang meninggal karena COVID-19 melakukan ritual saat kremasi di Gauhati, India, pada Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona COVID-19 di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Anupam Nath)
Kerabat seseorang yang meninggal karena COVID-19 melakukan ritual saat kremasi di Gauhati, India, pada Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona COVID-19 di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Anupam Nath)

Ledakan kasus COVID-19 di India menyebabkan fasilitas kesehatan di negara tersebut kewalahan. Banyak pasien meninggal karena kurang tindakan medis, kekurangan tempat tidur di rumah sakit, hingga pasokan obat dan oksigen yang tak cukup.

Tunangan seseorang yang meninggal karena COVID-19 menangis saat kremasi di Gauhati, India, pada Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Anupam Nath)
Tunangan seseorang yang meninggal karena COVID-19 menangis saat kremasi di Gauhati, India, pada Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Anupam Nath)

Tempat-tempat pembakaran jenazah bekerja ekstra. Cerobong asapnya retak dan rangka besinya meleleh karena tak henti digunakan. Beberapa tempat melaporkan kehabisan kayu sebagai bahan bakar. Beberapa keluarga korban diminta membawa sendiri kayu bakar untuk mengkremasi jenazah.

Foto dari udara memperlihatkan kerabat dan teman dari korban yang meninggal karena virus corona COVID-19 berkumpul untuk mengkremasi jenazahnya di tempat kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). Korban meninggal akibat COVID-19 di India bisa mencapai 2.624 orang sehari. (Jewel SAMAD/AFP)
Foto dari udara memperlihatkan kerabat dan teman dari korban yang meninggal karena virus corona COVID-19 berkumpul untuk mengkremasi jenazahnya di tempat kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). Korban meninggal akibat COVID-19 di India bisa mencapai 2.624 orang sehari. (Jewel SAMAD/AFP)