Kasus Merintangi Penyidikan, Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Chuck Putranto

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta agar majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa Chuck Putranto. Chuck menjadi terdakwa obstruction of justice atau perintangan penyidikan kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Jaksa menilai nota keberatan yang Chuck ajukan tidak memenuhi persyaratan keberatan berdasarkan alat bukti yang ada. Baik dimulai dari keterangan saksi, ahli, surat maupun keterangan terdakwa Chuck.

"JPU tidak melihat adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menghilangkan sifat melawan hukum dari perbuatan terdakwa. Sehingga, menurut pendapat kami, tidak ada urgensinya kami mencantumkan pasal 48 KUHPidana dan pasal 51 KUHPidana," kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta, Kamis (3/11).

Atas dasar itu, JPU meminta hakim yang mengadili perkara ini memberikan putusan sela dengan amar sebagai berikut.

"Satu, menolak seluruh dalil keberatan atau eksepsi PH terdakwa Chuck Putranto. Dua, menerima surat dakwaan PU nomor register perkara obstruction of justice tanggal 5 Oktober 2022, karena sudah memenuhi unsur formil dan materil," jelas jaksa.

"Tiga, menyatakan surat dakwaan PU nomor register perkara obstruction of justice adalah sah dan memenuhi syarat sebagaimana ketentuan 143 ayat 2 KUHAP. Empat, melanjutkan pemeriksaan terdakwa Chuck Putranto dengan surat dakwaan dakwaan PU nomor register perkara obstruction of justice tanggal 5 Oktober 2022 yang telah dibacakan di sidang pada Rabu, 19 Oktober 2022 sebagai dasar pemeriksaan perkara," tutupnya.

Sebelumnya, Chuck disebut sebagai pengumpul dan perusak CCTV di sekitar area lokasi TKP Duren Tiga Jakarta. Perbuatan Chuck menyebabkan penyidik kesulitan menyelidiki kasus kematian Yosua.

Atas perbuatannya itu, Chuck didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 KUHP.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [lia]