Kasus Mobil Terbakar Sering Terjadi karena Hal Ini

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu risiko membiarkan mobil atau motor diam selama berhari-hari, yakni dijadikan sebagai sarang hewan. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari semut hingga tikus.

Hal itu sering dialami oleh para pemilik sepeda motor jenis skuter matik, karena bagian bawahnya ada rongga kecil yang sering dimanfaatkan tikus untuk bersembunyi.

Hewan tersebut kemudian akan menggigit apa saja yang ada di dalamnya, termasuk kabel pengapian. Jika sudah begitu, maka performa mesin jadi turun atau bahkan tidak bisa hidup sama sekali.

“Yang paling sering bikin mobil korsleting itu karena dibiarkan diam terlalu lama, terus kabelnya digigit tikus,” ujar Chief Mechanic Maxxwire, Leon di Cibinong, Jawa Barat, dikutip VIVA Otomotif Kamis 26 November 2020.

Menurut Leon, saat ini para produsen kendaraan sedang fokus pada sistem perkabelan untuk mengatasi masalah tikus yang sering menggigit kabel. Sebab, korsleting menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran pada mobil.

“Kabel standar itu bisa tahan hingga 20 tahun. Tapi jika kendaraan disimpan di area yang banyak hama seperti tikus, maka kabelnya bisa rusak,” tuturnya.

Sebagai informasi, Maxxwire baru saja mengenalkan produk mereka yang ditujukan untuk mengoptimalkan kelistrikan mobil dan motor. Bentuknya adalah rangkaian kabel, yang dipasang pada ECU dan sistem pengapian.

Tidak hanya itu, peranti ini juga dapat menghasilkan sistem pembakaran yang lebih baik, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan jadi lebih rendah.

"Maxxwire merupakan komponen yang bisa memaksimalkan kelistrikan kendaraan. Tenaga dan torsi juga naik, karena alat ini bisa mengoptimalkan putaran mesin sejak putaran mesin bawah," jelas Direktur PT Maju Gemilang Persada, Giman.

Produk ini tersedia dalam tiga pilihan, yakni untuk motor seharga Rp1-1,5 juta, mobil bermesin bensin Rp2 juta dan mobil bermesin diesel Rp2,25 juta.