Kasus mutilasi Ancol, polisi telusuri pelaku selain AS

MERDEKA.COM. Alanshia alias AS (sebelumnya ditulis AF), tersangka mutilasi Tonny Arifin Djomin (45) sudah tiba dari Surabaya dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Utara. Polisi terus mendalami apakah AS hanya sendiri ada dibantu orang lain saat menjalankan aksi kejinya itu.

"Apakah AS ini pelaku tunggal atau ada yang membantu, kita akan dalami dan akan kita jelaskan selengkap-lengkapnya ke masyarakat," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal, di Mapolres Jakarta Utara, Jakarta, Jumat (15/3).

Polres Jakarta Utara berterimakasih atas bantuan kepolisian Surabaya. "Diawali kecurigaan patroli polisi dari Polsek Dukuh Pakis, Surabaya. Diamankan pelaku yang tidak bisa ngomong bahasa Indonesia, sehingga diamankan ke Polsek, lalu diinfokan ke Polrestabes Surabaya. Lalu dikomunikasikan dengan kami, setelah kami yakini lalu dilaksanakan upaya penangkapan," ujar Iqbal.

Alianshi tiba pagi tadi bersama rombongan kepolisian dari Surabaya. Dengan tangan diborgol, pelaku yang mengenakan kaos berwarna kecoklatan hanya tertunduk saat digelandang.

Alianshi memotong tubuh Tonny menjadi 11 bagian setelah sebelumnya dibunuh. Potongan tubuh Toni ditemukan di lantai dasar ruko nomor 26D Apartemen Mediterania Marina, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (13/3) malam. Dilihat dari kondisi mayat, Toni sudah dibunuh lebih dari satu hari sebelum ditemukan.

Toni berprofesi sebagai penagih utang. Sebelumnya kejadian, Toni sempat minta izin ke istrinya Merlina Suparmin untuk menagih utang ke apartemen itu.

Baca juga:
6 Cerita di balik kasus mutilasi di Ancol
Kapolres: Pelaku mutilasi Ancol ditangkap di Surabaya
Pelaku mutilasi di Ancol pernah keluyuran sambil bugil

Topik Pilihan:
Kasus Mutilasi | Polisi Terkaya | Konflik Sabah | Tentara Kuat | Soeharto

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.