Kasus Mutilasi di Humbang Hasundutan, Polisi: Tak Ada Kecemasan dari Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Pembunuhan sadis dan keji yang dilakukan Harapan Munthe (44) terhadap istrinya Nurmaya Situmorang di Lumban Sionang Desa Pasaribu, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, pelaku dengan keji tega membunuh dengan cara memutilasi dan membakar istrinya.

Bukan hanya itu, tersangka juga memotong bagian kaki istrinya dan memasukkannya ke dalam panci untuk dijadikan sup. Tindakan yang dilakukan tersangka tersebut di luar nalar manusia biasa. Polisi pun turut memeriksa kejiwaan tersangka. Namun, belum diketahui hasil dari pemeriksaan kejiwaan tersangka tersebut.

"Untuk kejiwaannya akan kami lakukan observasi dahulu. Jadi untuk hasil belum dapat," ujar Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan, Iptu Master Panjaitan, Kamis (17/11).

Master menjelaskan, sampai saat ini proses penyelidikan terhadap tersangka masih dilakukan. Nantinya apabila seluruh penyelidikan telah rampung, polisi akan mengirimkan berkas perkara ke penuntut umum.

"Kalau sudah lengkap berkasnya baru kami kirim berkas tahap 1 ke jaksa penuntut umum," jelasnya.

Sementara itu, tersangka saat ini telah ditahan di Polres Humbang Hasundutan. Menurut Master, tersangka ditempatkan di sel dengan para tahanan kasus lain. Meskipun tersangka merupakan pelaku tindak kejahatan sadis. Namun, polisi memastikan tak ada kecemasan dari tahanan lain jika berada satu sel dengan Harapan.

"Sama dengan tersangka lain. Tidak ada (kecemasan tahanan lain)," ungkapnya.

Seperti diketahui, penyebab pembunuhan itu karena tersangka sakit hati lantaran sering dimaki oleh istrinya. Pembunuhan tersebut berawal pada Jumat (11/11) sekitar pukul 10.00 WIB, saat itu tersangka mengunci istrinya di dalam kamar. Setelah itu tersangka mengambil pisau dan masuk ke dalam kamar.

Kemudian, tersangka mencekik korban dan menusuknya dengan pisau ke leher kanan istrinya. Lalu, tersangka menyeret tubuh korban ke dapur. Setibanya di dapur tersangka kembali menusuk badan bagian dada korban.

Pada pukul 19.00 WIB tersangka memenggal leher korban dan memasukkannya ke dalam karung. Selanjutnya, pukul 23.00 WIB memotong tangan korban. Potongan tangan itu dicuci oleh tersangka dan memasukkannya ke dalam panci yang sudah berisi air dan garam untuk direbus.

Tak sampai di situ, tersangka kembali memotong kaki korban pada Sabtu (12/11) sekitar pukul 03.40 WIB. Beberapa jam kemudian tersangka membungkus kedua kaki korban menggunakan selimut dan memasukkannya ke dalam karung plastik. Dia membawa potongan tubuh istrinya itu ke belakang rumah untuk dibakar. Namun, perbuatan itu diketahui oleh keponakannya.

Saat ini polisi telah menahan tersangka. Polisi pun menjerat tersangka dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup. [ray]