Kasus Nazaruddin Berpotensi Ungkap Korupsi Selain Demokrat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Skandal kasus mantan bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin yang muncul terus bergulir, namun hingga kini masalah yang berawal dari kasus suap pembangunan wisma atlet Sea Games tersebut belum ada tanda-tanda KPK akan memanggil Nazaruddin untuk diperiksa.

Namun, Pengamat Politik Ikrar Nusa Bakti berharap kasus Nazaruddin awal dari penghabisan kasus-kasus korupsi yang terjadi di partai politik.

"Kasus Nazaruddin mudah-mudahan menjadi awal penghabisan praktek korupsi di partai politik," ujar Ikrar saat acara diskusi Keluarga Ilmu Politik UI bertajuk 'Indonesiaku Dibelenggu Koruptor' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (4/6/2011).

Menurut Ikrar, dengan terungkapnya kasus Nazaruddin ke depan diharapkan perkara-perkara korupsi di partai politik selain yang melibatkan elite Partai Demokrat akan terungkap.

"Kalau ini dijebol partai lain bisa," jelas Ikrar.

Ikrar pun sangat berharap apa yang terjadi itu bakal menjadi kenyataan.

"Mudah-mudahan masih ada secerca harapan di civil society, apa yang sebenarnya terjadi saat ini dan ke depan," tandasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.