Kasus Nenek Sumirah Luput Bansos, Eri Cahyadi: Saya Minta Maaf

·Bacaan 1 menit
Nenek Sumirah, warga miskin Surabaya yang luput dari bansos. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam video di akun instagramnya memarahi seluruh jajarannya mulai dari Kepala OPD, Camat, Lurah dan pegawai negeri sipil terkait nenek Sumirah (89), lansia warga Sukomanunggal yang luput menerima bantuan sosial.

"Saya minta maaf. Nenek Sumirah sudah dalam penanganan Pemkot Surabaya. Untuk teman-teman, adukan segala masalah di lapangan lewat aplikasi Wargaku atau @call112surabaya," tulis caption Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (26/8/2021).

Menanggapi video Wali Kota Eri Cahyadi, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhtya Prajatara membenarkan video yang beredar. Bahwa video tidak hanya diupload di medsos Wali Kota Eri Cahyadi saja, melainkan juga di akun medsos BanggaSurabaya.

"Itu waktu acara pengarahan kemarin, itukan gotong royong bersama. Jangan sampai ada hal-hal seperti itu lagi. Jadi yang terutama yang di wilayah-wilayah seperti itu. Termasuk kedekatan dengan RT/RW itu harus ditingkatkan kembali. Sehingga tidak terjadi seperti itu," ujarnya, Kamis.

Febri menambahkan jika dalam arahan Wali Kota yang digelar secara virtual itu, meminta kepada warga Surabaya, jika ada tetangga dalam kondisi membutuhkan bantuan harus berempati.

"Beliau juga menyampaikan kepada para tentang, ibaratnya warga Kota Surabaya juga harus memiliki empati kalau seandainya ada tetangga yang kurang beruntung, menurut kita bisa masuk MBR (masyarakat berpengahasilan rendah) bisa segera laporkan ke RT/RW atau bisa lapor ke Wargaku, atau ke 112 atau Lurah, Kecamatan," ucapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sebatang Kara

Berikut adalah caption video Wali Kota Eri Cahyadi terkait lansia Sumirah:

"Saya minta maaf. Nenek Sumirah sudah dalam penanganan Pemkot Surabaya. Untuk teman-teman, adukan segala masalah di lapangan lewat aplikasi Wargaku atau @call112surabaya," tulis caption Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Nelangsa lansia sebatang kara di Surabaya tidak tersentuh bantuan selama corona. Baik bantuan dari Kemensos, maupun bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya. Siapa yang salah, Pemerintah Kota, Saya yang salah," kata Wali Kota Eri Cahyadi dalam video.

"Kalau lansia ini, iku Camat ambek Lurah, Kepala OPD, Pegawai Negeri Sipil Kota Surabaya yang menjadi tetangganya tidak tahu, iku njenenge kebacut," ungkap Eri Cahyadi.

Untuk itu, Eri Cahyadi meminta jajarannya untuk turun langsung ke bawah. Melihat kondisi warganya.

"Berarti yang namanya pejabat saya, baik dari Kepala OPD, Kasi, Kabid, Lurah, Camat, Kasi Kecamatan, Kasi Kelurahan tidak dekat sama masyarakatnya. Kalau dekat dengan masyarakatnya ya pasti onok laporan ini. Karena saya nyuwun tolong kepada njenengan semua, ayo muduno, tolong turun, lihat," lanjut Eri.

"Jangan pernah mulai hari ini lagi, di Pemerintah Kota Surabaya ada orang miskin, yang pejabat Pemerintah Kota Surabaya ini tidak pernah tahu. Makane muter. Di kelilingi iku, dikelilingi daerahe," tandas Eri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel