Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Kemlu: Tunggu Hasil Investigasi Polisi Malaysia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) masih menanti kabar investigasi yang dilakukan Malaysia atas kasus parodi lagu Indonesia Raya. Lagu itu sempat beredar di YouTube dan memicu protes dari netizen Indonesia.

Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Indonesia berkata kasusnya sedang diinvestigasi, dan pihak Kemlu, serta Kedubes RI di Kuala Lumpur masih memantau kasus ini.

Pihak Kemlu berkata sudah ada perkembangan, namun belum dapat menjelaskan secara rinci. Masyarakat Indonesia lantas diminta bersabar.

"Sebaiknya ditunggu hasil investigasi dan juga penjelasan dari otoritas Malaysia. Saya mendengar sudah ada kemajuan investigasi," ujar (plt) jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, kepada Liputan6.com, Selasa (29/12/2020).

Saat dihubungi Liputan6.com, KBRI di Kuala Lumpur menyebut pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) masih melakukan investigasi. Diharapkan investigasi ini kejadian serupa tak akan terjadi lagi.

"Pihak berwenang PDRM sedang investigasi kasus ini," ujar Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Korfungsosbud) KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar.

"Penegakan hukum yang dilakukan oleh apart berwajib diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk tidak terulangnya kasus ini," tegas Yoshi.

Netizen Indonesia Juga Parodikan Lagu Kebangsaan Malaysia di YouTube

Video lagu kebangsaan Malaysia,
Video lagu kebangsaan Malaysia,

Netizen Indonesia dibuat kesal oleh video parodi lagu Indonesia Raya yang berisi hinaan dan disebar warganet dari Malaysia. Akan tetapi, netizen Malaysia ikut menyorot penghinaan lagu nasional Negaraku yang disebar oleh YouTuber Indonesia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Senin 28 Desember 2020, ada dua video yang berisi konten lagu Negaraku yang diedit. Salah satunya bahkan telah beredar sejak 11 tahun lalu.

"Indonesia, please respect Malaysia too.. don't be selfish," ujar salah satu netizen di Twitter bernama Rainsy yang menemukan video tersebut. (Indonesia, mohon hormati Malaysia juga, jangan egois.)

Dua video yang menghina lagu Negaraku berisi konten yang sama. Setelah dicek, uploader video itu memakai Bahasa Indonesia di channel mereka. Isi lagunya menghina sejarah kedaulatan Malaysia serta menuding negara itu pencuri.

Hingga berita ini ditulis, salah satu video yang menghina lagu kebangsaan Malaysia itu masih beredar di YouTube.

Kemlu Tegur YouTuber yang Provokatif

Teuku Faizasyah, PLT Jubir Kemlu dalam Press Briefing dengan awak media pada 10 Juni 2020.
Teuku Faizasyah, PLT Jubir Kemlu dalam Press Briefing dengan awak media pada 10 Juni 2020.

Pihak Kementerian Luar Negeri juga telah mendeteksi adanya YouTuber dari Indonesia yang membuat konten provokatif untuk membuat negara lain. Kemlu meminta agar hal itu dihentikan.

"Ada baiknya juga didalami unggahan-unggahan content media sosial, termasuk YouTube di Indonesia yang offensive terhadap negara lain, termasuk ke Malaysia," jelas (plt.) jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, kepada Liputan6.com.

Terkait penyebar video menghina lagu Indonesia Raya, pihak pemerintah Malaysia berkata sedang melakukan investigasi.

Jika ketahuan bersalah, maka oknum tersebut akan dihukum berdasarkan hukum setempat. Video itu kini sudah dihapus.

Saksikan video pilihan di bawah ini: