Kasus Pelecehan Seksual di Garut Mencapai Rekor Tertinggi

Mahasiswa Ini Nikahi Pacar yang Dihamilinya di Tahanan Polisi

VIVAnews - Kasus pelecehan seksual di Garut, Jawa Barat, mencapai rekor tertinggi dibanding kasus lain yang berkaitan dengan anak-anak, perempuan, dan tenaga kerja, pada tahun ini.

Ada 89 kasus yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sejak Januari sampai Oktober 2014. Sebanyak 49 kasus adalah kasus pelecehan seksual. Urutan kedua ialah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Disusul 5 kasus ketenagakerjaan dan 5 kasus lain seperti kekerasan terhadap anak.

Menurut Ketua LPA Garut, Nitta Wijaya, pada tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan kasus adalah KDRT. Tapi tahun ini justru pelecehan seksual.

"Saya sangat prihatin kasus pelecehan seksul tahun ini sangat tinggi,” kata Nitta kepada wartawan, kemarin. 

Ia merinci, kasus pelecehan seksual pada April mencapai 10 kasus, Maret sebanyak 9 kasus, dan Januari dan Mei masing-masing sebanyak 7 kasus. Selebihnya kasus pelecehan seksual di bawah 5 kasus. "Jadi, April adalah terbanyak sepanjang tahun 2014, dalam sebulan mencapai 10 kasus,” katanya.

Ia menambahkan, dari 89 kasus itu, sebagian besar sudah ditangani Kepolisian dan Kejaksaan dan perkaranya hampir selesai. Perkara yang masih berjalan tercatat 9 kasus. Empat di antaranya adalah kasus pelecehan seksual, dua kasus KDRT, dan satu kasus ketenagakerjaan.

“Selain ikut membantu mendampingi para korban untuk memulihkan kejiwaannya, kami juga ikut mendampingi proses hukum," ujar Nitta. (ren)