Kasus Pelecehan Seksual di India Meningkat Sejak Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - India menjadi negara dengan sejumlah besar anak-anak mengalami pelecehan seksual. Pada tahun 2020, Biro Catatan Kejahatan Nasional mencatat 43.000 pelanggaran di bawah Undang-Undang Pocso (Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual) yang berarti rata-rata setiap 12 menit terdapat satu kasus baru pelecehan seksual.

Namun, para aktivis di India memperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, mengingat stigma dan keengganan umum untuk membicarakan topik tersebut. Meskipun publikasi, transmisi dan kepemilikan CSAM dilarang di bawah hukum India, itu masih tersebar luas, dan masalah ini lebih parah saat pandemi virus corona.

Dilansir BBC, Selasa (23/11/2021), Menurut aktivis dan pejabat polisi, telah terjadi lonjakan permintaan online dan penyebaran gambar pelecehan anak di negara itu sejak tahun lalu, karena lockdown yang diberlakukan untuk menahan penyebaran Covid-19. Di negara bagian selatan Kerala, peningkatannya hampir 200% hingga 300% dibandingkan sebelum pandemi, kata Manoj Abraham, kepala Cyberdome Polisi.

Abraham mengatakan, pandemi juga menyebabkan peningkatan konten yang diproduksi secara lokal, yang sering tidak dilaporkan karena pelakunya adalah anggota keluarga atau orang yang dikenal korban.

"Anda dapat melihat di video bahwa mereka berada di sebuah rumah. Jadi, bagian yang berbahaya adalah seseorang di dalam rumah, yang mengeksploitasi anak perempuan atau laki-laki," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pelecehan Seksual di Ranah Digital

Ilustrasi pelecehan seksual di ranah digital yang marak, terlebih di masa pandemi (dok.pexels)
Ilustrasi pelecehan seksual di ranah digital yang marak, terlebih di masa pandemi (dok.pexels)

Pada Juli 2020, polisi di negara bagian Assam di timur laut India menerima keluhan tentang suatu akun di laman Facebook yang mencurigakan. Sebuah organisasi nirlaba telah menyampaikan informasi bahwa halaman tersebut memiliki gambar dan video anak-anak, dan mungkin mempromosikan child sexual abuse material (CSAM).

Karena terdapat laporan itu, polisi segera membuka penyelidikan, dan kira-kira sebulan kemudian mereka menangkap seorang pria berusia 28 tahun dari sebuah desa dekat ibukota negara bagian, Guwahati. Mereka mengatakan ponsel pria itu diduga berisi video anak-anak yang dilecehkan secara seksual.

"Saya tidak bisa tidur selama beberapa malam setelah melihat isinya," kata petugas investigasi, Geetanjali Doley.Pria itu diduga menggunakan halaman Facebook untuk mengarahkan orang ke situs web dan aplikasi lain untuk menjual CSAM. Hingga saat ini masih belum jelas bagaimana pria itu mendapat manfaat dari ini, tetapi polisi mengatakan mereka menangkapnya sebelum dia mulai mendapatkan uang dari tindakan nya tersebut.

Usai penangkapan tersebut, akun di laman Facebook itu telah ditarik dan masalah ini sedang menunggu di pengadilan. Namun pria itu dibebaskan dengan jaminan, karena ia telah membantah semua tuduhan terhadapnya.

"Saya tidak pernah mengunduh video pelecehan seksual terhadap anak. Saya tidak pernah membagikannya, saya juga tidak menerimanya," katanya.

Data Kasus Pelecehan Seksual

Ilustrasi Pelecehan Seksual/Pencabulan. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi Pelecehan Seksual/Pencabulan. (Freepik/Jcomp)

Sebuah laporan oleh Dana Perlindungan Anak India menunjukkan permintaan yang sangat tinggi untuk CSAM di sebanyak 100 kota di India, termasuk ibu kota, Delhi, dan pusat keuangan Mumbai. Organisasi tersebut melacak konten online di India antara Desember 2019 dan Juni 2020, dan melaporkan:

• Basis pengguna CSAM di India lebih dari 90% laki-laki, 1% perempuan dan sisanya tidak teridentifikasi.

• Kebanyakan individu tertarik pada "CSAM generik" seperti "video seks sekolah" dan "seks remaja".

• Banyak yang menggunakan VPN untuk menyembunyikan lokasi, menghindari peraturan pemerintah, dan keamanan platform.

Para ahli mengatakan alasannya karena kehidupan nyata terisolasi terlalu lama, sehingga mereka beralih ke media online. Akibatnya, lebih banyak anak yang bertemu dengan pedofil, ini juga menyebabkan peningkatan distribusi dan konsumsi CSAM.

Tahun lalu, CyberTipline dari National Center for Missing and Exploited Children yang berbasis di AS, juga menerima 21,7 juta laporan gambar, video, dan file lain yang berisi materi dugaan pelecehan seksual terhadap anak dan konten terkait insiden lainnya dari seluruh dunia. Ini adalah peningkatan 28% dalam laporan dari 2019, dan India berada di urutan teratas dalam daftar.

Penulis: Vania Dinda Marella

Infografis 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual

INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel